Salah Satu Penyebab Mahasiswa Salah Jurusan : Kurang Riset

Fenomena salah jurusan tentunya bukan hal yang asik bagi pengamat dunia pendidikan dan kuliah (seperti kita-kita ūüôā ). Tak jarang kita temui fenomena mahasiswa salah jurusan di berbagai universitas di Indonesia. Bahkan, survei yang dilakukan oleh CEO Aku Pintar, Lutvianto Febri Handoko, menyatakan bahwa 87 persen mahasiswa merasa salah juruan [1]. Persentase yang sangat besar, bukan?

Mungkin sudah banyak yang memaparkan penyebab dari fenomena salah jurusan ini. Namun, di sini, saya ingin mengungkapkan pendapat saya mengenai hal mendasar penyebab fenomena ini terjadi di kalangan mahasiswa S-1.


Penyebab Utama : Kurang Riset

Image result for person research
Riset oleh http://www.shrm.org

Ketika hendak mendaftar Beasiswa LPDP pada tahun lalu (2018), saya dituntut untuk riset sedalam-dalamnya mengenai jurusan S-2 yang akan saya pilih karena Beasiswa LPDP mengharuskan setiap pendaftar S-2 membuat sebuah “Rencana studi”¬†yang memaparkan alasan saya memilih jurusan, universitas, dan negara tujuan tersebut beserta mata kuliah yang akan diambil. Tentunya, untuk membuat rencana studi yang bagus, saya harus meneliti jurusan dan universitas yang saya sebaik dan sedalam mungkin mulai dari¬†track record¬†penelitiannya, kualitas universitasnya, kelebihannya dibandingkan dengan universitas lain, dll. Dengan begitu, saya akan mempunyai gambaran yang pas dan jelas mengenai tujuan studi saya.

Setelah itu, saya berpikir, “Oh, mungkin ‘ini’ ya penyebab banyak yang salah jurusan.”. Ini yang dimaksud adalah kurangnya riset sehingga akhirnya menyebabkan ketidaktahuan si calon mahasiswa dengan medan yang akan dia hadapai. Kebanyakan hanya mengandalkan “Apa kata orang” dan “Insting” sendiri yang belum tentu benar dan komprehensif.

Akibat Tidak Riset

Image result for stressed student
Mahasiswa Stres oleh http://www.123rf.com

Coba diperiksa, ada berapa banyak mahasiswa yang ketiak ditanya alasan memilih jurusan, menjawab seperti ini?

  • “Prospek kerjanya keren.”;
  • “Gak suka hafalan.”;
  • “Universitasnya keren.”;
  • “Soalnya mata pelajarannya suka.”.

Jika alasan-alasan di atas saya sebut pas wawancara Beasiswa LPDP, beuh saya bakal auto tidak lolos. Mengapa? Karena alasan-alasan di atas mengikasikan bahwa saya tidak benar-benar tahu apa yang akan saya hadapi nanti dan ini sangat bisa mengakibatkan saya tidak akan menjalani studi dnegan baik karena ketidaktahuan itu.

Ini juga berlaku dalam fenomena memilih jursan S-1. Akibat kurang riset dan memilih jurusan dengan alasan-alasan tidak komprehensif seperti contoh di atas, tak heran mahasiswa akan merasa salah jurusan karena apa yang dijalani tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan sedari awal.

Misalnya, seorang mahasiswa bernama Linlin memilih jurusan matematika karena ingin menghindari hafalan dan lebih ingin mempelajari hitung-hitungan (it’s a real case of my college mates).¬†Setelah mulai menjalani kuliah, Linlin mulai merasa apa yang dia ekspektasikan ternyata tidak sesuai harapan karena sering mempelajari mata kuliah yang justru tidak mempelajari hitung-berhitung, tetapi mempelajari logika, analisis, dan pembuktian. Tentunya, hal ini tidak akan terjadi jika Linlin sebelumnya sudah riset secara mendalam mengenai kurikulum tujuan studinya.

Terus Bagaimana?

Image result for person making decision
Membuat Keputusan oleh http://www.examinedexistence.com

Saya tidak akan menjelaskan cara meriset jurusan terlalu detail di sini. Saya hanya akan memberikan gambaran kecilnya.

Ketika memutuskan untuk memlih jurusan di suatu universitas, usahakan jangan malas untuk membuka situs resmi jurusan di universitas yang akan kita pilih agar kita mendapatkan informasi resmi mengenai apa yang akan kita pelajari di jurusan tersebut termasuk prospek kerjanya, kurikulumnya, hingga kualitasnya. Jangan lupa juga untuk menggali informasi dari yang telah berpengalaman kuliah di jurusan tersebut entah lewat googling ataupun kakak tingkat.


Okay. That’s all for today. Hope it can give you more insights.¬†Semoga kita semakin hari, kita dapat memutuskan seusatu yang krusial dalam hidup kita dengan semakin baik.

Referensi

  1. https://bisnis.tempo.co/read/1144950/ceo-aku-pintar-87-persen-mahasiswa-merasa-salah-jurusan/full&view=ok

Sumber Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: