Sedikit Nasihat untuk Pejuang PTN dari SMK

Zaman sekarang, keinginan siswa SLTA Indonesia untuk melanjutkan pendidikan terus meningkat. Antusiasme para siswa dalam berburu informasi mengenai SN/BMPTN beserta antek-anteknya semakin membludak. Antusiasme ini menyebar ke berbagai kalangan, termasuk anak SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang basically, diarahkan oleh kurikulum untuk langsung bekerja.

Namun, tidak sedikit juga anak SMK yang seringkali kesulita dalam meraih kemenangan dalam perebutan kursi PTN ini. Tak sedikit pula yang mengeluh di media sosial dan meganggap bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak adil bagi siswa SMK.

Melihat fenomena seperti itu, saya sebagai alumni SMK yang telah berhasil meraih gelar sarjana di salah satu PTN ternama di Indonesia merasa tegrerak dan “Gatal” ingin sedikit memberikan suggestions kepada teman-teman yang memiliki background dan keinginan yang sama dengan saya. Jadi, saya ingin memberikan sedikit nasihat dengan sudu pandnag “Orang dalam” (anak SMK), bukan orang luar yang mungkin tidak merasakan secara langsung menjadi siswa SMK.

Okay, let’s check it out!


1. Sadar Diri bahwa SMK Memang pada Dasarnya, Tidak Ditujukan untuk Kuliah S-1.

Image result for person patient
Sadar Diri oleh http://www.huffpost.com

Sebelum koar-koar di media sosial, kita sebagai anak SMK harus sadar diri dulu bahwa anak SMK memang secara teknis, ditujukan untuk langsung bekerja setelah lulus. Jadi, ketika kita ingin mengubah career path kita menuju perhelatan SN/BMPTN, kita harus sadar diri bahwa kita akan banting setir. Tentunya, jika ingin banting setir, harus ada usaha lebih.

Tidak adil? Well, yang harus ditekankan di sini adalah kenyataan bahwa “Adil” tidak sama dengan “Sama”. PTN memberikan standar seleksi sedemikian rupa sehingga dianggap “Menyiksa” anak SMK karena memang itulah kualifikasi yang dibutuhkan untuk bisa mengikuti pembelajaran di kampus. “Kebetulan”, kualifikasi tersebut tidak di-drill kepada anak SMK seintensif kepada anak SMA yang memang ditujukan untuk melanjutkan pendidikan sedari awal.

Dengan menjadi sadar diri, kita bisa lebih bijak dalam bersikap sehingga tidak akan mencari kambing hitam dengan menyalahkan berbagai pihak, apalagi siswa SMA karena mereka sama sekali tidak salah.

2. Jangan Terlalu Berharap Banyak pada SNMPTN.

Image result for berharap snmptn
Berharap SNMPTN oleh http://www.zenius.net

Sering mendengar berita bahwa sangat jarang anak SMK yang lolos SNMPTN? Well, that;s not surprising. SNMPTN memang sudah sangat ketat di kalangan anak SMA, apalagi jika anak SMK masuk.

Eits … Sebelum koar-koar, ingat lagi poin 1, ya.

SNMPTN menyeleksi peserta lewat nilai rapor dan prestasi. Karena kurikulum SMK berbeda dengan SMA (again karena tujuan awalnya memang berbeda), PTN tentu tidak ingin mengambil risiko dengan menerima serta merta banyak anak SMK yang mungkin saja belum siap menghadapi dunia kuliah S-1 terutama dari segi bekal akademiknya.

Bukan berarti anak SMK tidak ada yang mampu. Tapi, yang bisa dilihat pada SNMPTN dari siswa itu ya dari nilai rapor. Nilai rapor anak SMK tidak cukup dalam merepresentasikan kesiapan lanjut studi karena lagi-lagi, kurikulum SMK disiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja. Oleh karena itu, mau tidak mau, cara untuk menunjukkan kemampuan anak SMK di mata PTN adalah dengan mengikuti jalur lain seperti SBMPTN dan UMPTN yang menggunakan hasil tes sebagai bahan seleksinya.

3. Jika Anak SMA Saja Kesulitan dalam Menaklukan SBMPTN, Anak SMK Seharusnya Belajar Lebih “Ekstra”.

Image result for belajar sbmptn
Belajar SBMPTN oleh news.okezone.com

Oke. Anak SMK bisa berjuang di SBMPTN (salah satunya), seleksi yang berdasarkan nilai tes, bukan background pendidikan. Tapi, lagi-lagi perjuangan anak SMK tidak menjadi mudah begitu saja. Kepalamu mungkin akan langsung pening pas melihat soal-soal SBMPTN yang menyeramkan.

Mau bilang soal SBMPTN tidak adil buat SMK? Stop! Ingat poin nomor 1. 🙂

Materi SBMPTN sebagian besar memang materi anak SMA. Maka dari itu, anak SMK akan merasa sangat kesulitan dalam mengerjakannya. Bahkan anak SMA sendiri pun akan dibuat ngos-ngosan oleh soal-soal SBMPTN. Jadi kesimpulannya? Kalau anak SMA yang tiga tahun berkutat di materi SBMPTN saja merasa kesulitan, anak SMK seharusnya belajar lebih ekstra dan ekstra lagi, dong. Betul?

Ini semua juga sebenarnya untuk kebaikan kita juga sebagai anak SMK yang ingin melanjutkan studi. Kesulitan kuliah S-1 di PTN nanti akan lebih susah dari sekadar menaklukan soal SBMPTN dan aspek-aspek yang diujikan dalam SBMPTN memang bermanfaat untuk studi kita nantinya. Therefore, jika bergelut dengan SBMPTN saja sudah mengeluh, bagaimana bisa survive di dunia perkuliahan nanti?

4. Sadar Diri bukan Berarti Harus Menurunkan Standar Impian. Tingkatkan Usahanya!

Image result for realistic dreams
Dream! oleh http://www.joinclubsoda.co.uk

Oke. Dari tadi, “Sadar diri” ditekankan terus dan terus. Tapi, apakah itu berarti anak SMK tidak boleh memilih jurusan dan PTN yang diinginkan dan harus memilih jurusan yang persaingannya longgar-longgar saja supaya gampang masuk? Ya tidak.

Anak SMK sangat berhak untuk memilih jurusan kuliah sesuai keinginan (kecuali kedokteran tentunya) dan tidak sedikit juga anak SMK yang telah membuktikan bahwa dirinya bisa masuk PTN Top 3 seperti ITB, UI, dan UGM. Yang dibutuhkan bukan mengubur keinginan, melainkan usaha yang lebih ekstra. However, keep being realistic!


Oke. Mungkin segitu saja untuk advice kali ini. Semoga kita sebagai anak atau alumni SMK bisa meraih keinginan kita untuk menggapai kursi di PTN. Jangan buang waktu kita dengan minder-minderan, mengeluh, atau menyalahkan berbagai pihak. Waktu tersebut akan lebih bermanfaat jika kita gunakan untuk belajar. 🙂 Jangan lupa, hindari enam sikap ini jika ingin berhasil memasuki PTN idaman!

SMK bisa!

Sumber Gambar

2 komentar

  1. Bener banget harus sadar diri.Lagian juga anak smk bisa kok kuliah.Kuliah sekarang juga ada yang dikhususkan untuk kelas karyawan yah walaupun swasta gitu. Tapi gapapa kumpulin duit dulu selama beberapa taun habis itu bisa cari universitas khusus karyawan walaupun per semester lebih besar daripada yang negri

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: