Benarkah Kuliah di Mana pun Sama Saja?

“Kuliah di mana pun sama saja, yang penting bagaimana orangnya.”

Pernahkah kita mendengar kalimat di atas? Saya yakin sebagian sudah sering mendengar kalimat tersebut. Kalimat tersebut biasanya diperuntukkan untuk memotivasi atau mengingatkan seseorang bahwa tidak perlu kuliah di universitas bagus untuk menjadi sukses (atau sejenisnya).

Namun, apakah benar bahwa kuliah di mana pun sama saja?

Well, actually I don’t agree with that and in this post, I’ll explain my argument about this.

Mari simak paparan saya berikut ini.


1. Persepsi Arti “Sama”

Menurut KBBI, berikut adalah arti kata sama.

“Serupa (halnya, keadaannya, dan sebagainya), tidak berbeda; tidak berlainan.”

Berarti, jika dikaitkan dengan pernyataan di atas, dapat diartikan bahwa kuliah di mana pun akan serupa keadaannya, tidak berbeda, tidak berlainan, dll.

Pertanyaannya, benarkah demikian? Mari kita ambil contoh.

Misalkan kita ambil dua universitas: Universitas Oxford dan Universitas XYZ. Universitas Oxford merupakan universitas dengan reputasi tingkat dunia, sedangkan Universitas XYZ merupakan universitas abal-abal yang belum terakreditasi (misalkan).

Image result for oxford university
Universitas Oxford oleh www.oxforduniversityimages.com

Jika kita menyetujui quote di atas, dapat disimpulkan bahwa

“Kuliah di Oxford sama saja dengan kuliah di XYZ.”

Waw, benarkah? Terdengar aneh kan? Masa kuliah di salah satu universitas terbaik di dunia sama saja dengan kuliah di universitas belum terakreditasi?

“Ya perbandingannya jangan XYZ sama Oxford, lah. Terlalu jauh!”

Well, kita main logika saja, ya. Di quote tersebut, kalimatnya mengandung “Di mana pun”. Kalimat “Di mana pun” tidak mengindikasikan adanya pengecualian alias berlaku untuk semua universitas. Jika ada pengecualian, harusnya ada kalimat tambahan seperti “Kuliah di mana pun yang akreditasnya setara dalam satu negara sama saja.”.  See? Quote tersebut mempunyai “Semesta pembicaraan” semua universitas tanpa terkecuali.

2. Manusia Bukanlah “Mutiara”

Ada juga yang memberikan statement versi lain yang mengindikasikan hal yang sama. Kalimatnya kurang lebih adalah

“Mutiara mau ditaruh di mana pun tetaplah mutiara.”

Intinya, quote ini mengindikasikan bahwa selama diri kita baik (dilambangkan sebagai mutiara), mau di mana pun tempat kita kuliah, kita akan tetap menjadi baik.”

Image result for pearl
Mutiara oleh http://www.thepearlsource.com

Well, memang individu mempunyai peranan penting di dalam menentukan nasibnya. Namun, kita harus menyadari bahwa lingkungan juga mempunyai peranan besar dalam perkembangan manusia. Manusia dapat terpengaruh oleh keadaan lingkungannya, tidak seperti mutiara yang selalu menjadi mutiara di mana pun mutiara tersebut diletakkan.

Mari kita tinjau kembali contoh pada Poin 1.

Seseorang yang kemampuannya cenderung biasa saja dapat menjadi seseorang yang sangat hebat setelah lulus dari Oxford karena lingkungannya sangat kompetitif (tempat orang-orang hebat dari seluruh dunia!) sehingga memaksa dia untuk belajar dengan sangat giat. Hal itu juga didukung dengan fasilitas pembelajaran dan dosen handal yang memang sangat membantu perkembangan belajar mahasiswanya.

Sebaliknya, seseorang yang kemampuannya tinggi bisa saja tetap stagnan atau bahkan menurun setelah lulus dari XYZ karena lingkungannya tidak kompetitif dan akhirnya membuat dia berada di “Zona nyaman”-nya. Fasilitas akademik juga tidak memadai juga membuatnya kesusahan untuk mencari sumber belajar yang kredibel seperti buku dan jurnal internasional.

Hopefully, you understand now.

Tapi, saya tidak pernah bilang bahwa lingkungan berpengaruh 100% terhadap perkembangan individu. Faktor individu itu sendiri juga berpengaruh besar terhedap perkebangan dirinya. Jika memang lingkungan berpengaruh 100%, tentunya lulusan universitas berkualitas tinggi akan 100% bagus juga. Tapi, nyatanya tidak demikian, kan? Ada juga alumnus PTN terbaik di Indonesia yang karirnya tidak lebih baik dari alumnus universitas terakreditasi C.

3. Jadi, Apakah untuk Menjadi Sukses, Harus Selalu Masuk Universitas Kelas Atas?

Jelas tidak.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lingkungan memang berpengaruh, ttapi tidak berpengaruh 100%. Kita mempunyai peran besar juga terhadap perkembangan diri kita masing-masing. Jangan merasa jumawa mentang-mentang diterima di universitas kelas atas. Janga juga merasa minder karena diterima di universitas biasa saja.

Image result for success
Sukses oleh http://www.entrepreneur.com

Sukses bisa datang dari mana saja. Yang ingin saya kritisi di sini adalah poin dari quote tersebut yang menyatakan seolah-olah kuliah di mana pun tidak ada bedanya. It sounds naive.

Daripada memotivasi dengan misleading quote seperti itu, saya mempunyai kalimat motivasi “Tandingan” (Sok-sokan!) yang saya rasa, lebih makes sense.

“Di mana pun kuliahnya, lakukan yang terbaik!”


Oke. Sekian saja untuk tulisan kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermafaat dan memperluas mindset kita supaya selalu berpikir kritis terhadap apapun, termasuk kata-kata motivasi. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya!

Referensi

Sumber Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: