Panduan dan Strategi Teknis Memilih Jurusan yang Tepat pada SBMPTN

Terkadang, penyebab seseorang gagal dalam peperangan besar masuk PTN bernama SBMPTN bukan karena tidak pintar, melainkan karena salah mengatur strategi. We know that being smart is not enough to pass the selection. We have to be clever in strategy making as well, termasuk di dalamnya startegi dalam memilih jurusan. Oleh karena itu, kali ini, saya akan berbagi tips bagaimana mengatur strategi dalam pemilihan jurusan dalam SBMPTN.

Okay. Let’s begin the party!


1. Tentukan Terlebih Dahulu Jenis Jurusan yang Ingin Dipilih

Image result for passion
Passion oleh http://www.business2community.com

Saya ingin disclaimer dulu di sini sebelumnya, ya. Artikel ini tidak akan membahas tips memilih jenis jurusan yang  ingin dipilih berdasarkan minat, passion, dll., karena poin utama artikel ini adalah strategi teknis (mungkin saya akan buat artikelnya nanti). Jadi, saya asumsikan kamu sudah paham mengenai hal ini.

Silakan tentukan dari awal jurusan jenis apa yang ingin dipilih. Misalkan Matematika, Geografi, Hubungan Internasional, dll., atau bahkan kombinasinya. Syukur-syukur jika universitas incarannya juga sudah ditentukan (misalnya ingin masuk Top 10 PTN versi Dikti).

Kenapa tahap ini saya masukkan? Ini akan berguna untuk mempermudah tahap-tahap selanjutnya. Dengan menentukan jruusan atau bahkan PTN incaran spesifik secari awal, data yang akan kita cari juga akan semakin sedikit dan tentunya akan menghemat waktu dan tenaga.

2. Early Warning : Jangan Mengosongkan Satu Pilihan pun!

Image result for put all eggs in one basket
Never Put All of Your Eggs in One Basket! oleh http://www.markamstrongillustration.com

Jika peraturannya tidak berubah, kita mempunya jatah 3 jurusan untuk dipilih. Saran saya, jangan sampai ada satu slot pun yang dikosongkan. Kenapa? Karena satu slot itu merupakan kesempatan yang terlalu berharga untuk dibuang. Istilahnya, anggap saja pilihan 2 dan 3 itu plan A dan plan B kita.

“Ah gimana kalau gue cuma ngebet pengen ke univ A jurusan B aja? Gue gak mau kuliah di univ lain dan percuma juga gak akan diambil kalau dapet pilihan 2 atau 3.”

Nah, it’s about mindset. Kita boleh idealis. Tetapi, kita juga harus paham bahwa tidak selamanya sesuatu itu berjalan sesuai keinginan. Jika kita hanya memilih satu kesempatan, sekali gagal, hilang sudah harapan kita untuk kuliah (di tahun tersebut). Dengan membuka kesempatan sebesar-besarnya, kita juga akan mempunyai peluang dan kesempatan yang lebih banyak untuk bisa kuliah di PTN. Coba lihat dan pahami ilustrasi nomor dua di atas.

Mengenai masalah diambil atau tidaknya pilihan 2 atau 3 nanti, ya saya akui akan kontroversial. Secara teknis, melepas pilihan 2 atau 3 setelah diterima memang hak si peserta. Tetapi secara moral, ini tentu akan menyakiti perasaan peserta lain yang gagal karena merasa si peserta yang berhasil tersebut menyia-nyiakan kesempatan. Yeah even though it’s that controversial, intinya buka kesempatan dulu saja.

3. Analisis Tingkat Keketatan Jurusan yang Dipilih

Oke. Kita masuk ke tahap inti.

Untuk mempermudah penjelasan, saya akan memosisikan diri sebagai peserta SBMPTN yang ingin mengambil jurusan Matematika di ITB, Unpad, UGM, UI, dan UB pada tahun 2018.

3.1 Kumpulkan Data Passing Grade dan Rasio Peminat dan Kuota Setiap Jurusan

Ya memang betul passing grade itu tidak resmi dan sistem seleksi SBMPTN itu bukan berdasarkan passing grade, melainkan sistem kuota banding peminat – Yang akan lulus adalah peserta dengan X nilai tertinggi dengan X adalah kuota di jurusan yang dipilih -. Namun, selain kuantitas, kita juga perlu memperhitungkan faktor kualitas peminat. Bisa saja kan rasio peminat dan kuotanya tidak terlalu kecil, tetapi peminatnya sangar-sangar (seperti ITB misalnya). Artinya, banyaknya saingan tidak serta merta berarti persaingan semakin ketat.

P. S. Sebagai ilustrasi, coba bayangkan dirimu adalah seorang petinju. Menurutmu, di ring tinju, kamu akan lebih mudah melawan enam orang nenek-nenek tua renta atau satu orang saja tetapi kemampuannya setara Chris John?

Maka dari itu, saya mengambil jalan tengah dengan membuat rumusan passing grade baru, yang disebut Final Passing Grade, yang diperoleh dari rata-rata passing grade dan converted ratio.

Kumpulkan data peminat tiga tahun terakhir dari web resmi SBMPTN. Klik pada detail pada menu daftar prodi.

Data yang dikumpulkan tidak hanya data satu tahun terakhir supaya estimasi peminat pada tahun kita tes SBMPTN dapat diprediksi secara lebih baik dengan melihat tren tiga tahun terakhir.

SBMPTN Matematika Unpad
Contoh Detail Prodi SBMPTN

Untuk passing grade, sumber yang cukup believable, menurut saya, adalah bimbel (atau The Real Passing Grade yang didapat jika membeli buku Wangsit) karena biasanya, bimbel mengambil passing grade dari nilai siswanya yang lulus SBMPTN (dengan menggunakan kunci jawaban versi bimbel tentunya). Saya sarankan untuk mengambil lebih dari satu sumber.

P. S. : Karena sistem penilaian SBMPTN telah berubah, bisa saja nanti akan ada bentuk passing grade buatan baru seperti halnya PG berupa nilai nasional (yang merupakan sistem penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya) yang dipakai oleh bimbel NF.

3.2 Perhitungan The Final Passing Grade

Untuk mempermudah perhitungan, input-lah data yang kita peroleh ke dalam Micorosft Excel. Contohnya, sebagai berikut.

Pada tabel di atas, ada kolom estimasi PG dan rasio untuk 2018. Hitung estimasi PG dengan merata-ratakan PG dari sumber yang didapatkan. Hitung estimasi peminat dengan merata-ratakan dan membulatkan peminat tiga tahun terakhir (jumlah ornag tidka mungkin desimal). Rasio dapat dengan mudah dihitung dengan membandingkan kuota / daya tampung dikalikan 100 (agar berbentuk persen).

Passing Grade dan Rasio SBMPTN 1

Untuk estimasi rasio, rumusnya adalah 100 – rasio 2018. Kenapa rasionya harus di-convert seperti itu? Karena ada perbedaan makna dari persentasi rasio awal dan PG. Dalam PG, semakin besar maka semakin ketat, sedangkan dalam rasio, semakin kecil maka semakin ketat.

Final Passing Grade dapat dihitung dengan merata-ratakan estimasi rasio dan PG.

Passing Grade dan Rasio SBMPTN

4. Urutkan Jurusan dari Mulai Final Passing Grade Tertinggi hingga Terendah

Tes SBMPTN oleh http://www.pontianakpost.co.id

Selanjutnya, urutkan jurusan yang kita inginkan di SBMPTN mulai The Final Passing Grade (FPG) terbesar menuju terkecil.

Kenapa saya menyarankan mengurutkan berdasrkan FPG, bukan faktor lain seperti keinginan, tempat tinggal, ataupun kota universitas? Itu karena urutan pilihan menandakan prioritas. Peserta SBMPTN akan diseleksi dulu di pilihan 1 mereka. Baru setelah tidak dinyatakan lolos, mereka dilempar ke pilihan 2, lalu 3, sampai jika masih tidak lolos juga, akhirnya gagal SBMPTN.

Jika kita tidak mengurutkannya sesuai FPG, kita akan seolah-olah hanya memilih dua atau bahkan hanya satu pilihan. Loh kok bisa?

Perhatikan ilustrasi berikut.

Misalkan Nami memilih prodi dengan urutan: 1. Matematika UI, 2. Matematika Unpad, 3. Matematika UGM. Maka dari itu, hampir 90% bisa dipastikan bahwa Nami tidak akan mungkin diterima di Matematika UGM. Kenapa? Karena walaupun PG yang didapatkan Nami 70% which means melebihi PG UGM tetapi kurang dari PG ITB, Nami tetap akan diseleksi dulu di pilihan 2 alias Unpad. Artinya, Nami akan diterima di Unpad.

Bagaimana jika PG-nya hanya 40%? Di pilihan 2 yang PG-nya 64,73% saja tidak diterima. Walaupun dilempar ke pilihan 3 pun, Nami tetap tidak akan lolos karena PG pilihan 3 justru lebih besar, yaitu 67,58%.

5. Last Warning : Selalu Kritis dan Jangan Mudah Percaya Kata Orang!

Image result for critical thinking
Kritis oleh http://www.missionself.com

Ini sebagai tambahan saja, sih. Terkadang di luar sana, suka banyak beredar rumor-rumor mengenai pemilihan jurusan SBMPTN yang sumbernya bahkan bisa dari tutor-tutor bimbel seperti tidak boleh memasukkan lebih dari satu PTN Top 3 (ITB, UGM, UI) pada SBMPTN, jurusan harus linier, dll. Honestly, asumsi-asumsi seperti itu terdengar kurang masuk akal karena setau saya, seleksi SBMPTN itu sistemnya terpusat dan terkomputerisasi dengan baik serta murni dari nilai tes dan ujian keterampilan (bagi beberapa program studi).

Inilah saya maksud untuk selalu bersikap kritis pada info apapun dan selalu mengacu kepada sumber resmi. Kalau perlu, info-info tersebut bisa diklarifikasi dengan menghubungi call center SBMPTN. Disinformasi atau hoaxes seringkali membuat kita panik dan mengambil keputusan yang salah pada akhirnya.

Baca artikel ini agar kita terhindar dari misinformasi semacam itu ketika berjuang dalam SBMPTN.


Finally, artikel ini berakhir. Jangan lupa untuk share tulisan ini (but don’t copy) jika tulisan ini bermanfaat. Semoga kita bisa meraih apa yang kita inginkan.

Sumber Gambar

3 komentar

  1. Artikel ini sangat memotivasi dan bermanfaat bagi saya agar lebih giat untuk belajar smbptn 2019
    Pada tahun 2018 yang saya gagal masuk PTN agar.di tahun saya bisa masuk di tahun 2019

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Tamanian Ditananda Febrianti Sagala Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: