Menghadapi Hoaxes dalam Seleksi Masuk PTN

How to be a good PTN fighter?

Hai para pejuang PTN. Kembali lagi bersama Indra Herdiana. 

Kali ini, saya akan sharing-sharing lagi. Topiknya tidak berat-berat, kok. Anggap saja obrolan santai di masa tahun ajaran baru bagi para maba ini. 🙂

Nah, sesuatu yang akan saya bahas kali ini adalah “Literasi Informasi”.

Kalian, para netizen, pasti sudah pada tau lah ya di media sosial itu, info hoax udah mirip lalat di atas tumpukan daging ayam, bertebaran. Hoax itu jenisnya beragam, guys. Tidak cuma di sekitaran info bencana alam atau SARA, dunia PTN pun tak kalah dari serangan hoax ini. Jadilah karena termakan info hoax, kita tersesat dan akhirnya mendapatkan kata “Maaf” pas pengumuman SN/BMPTN. Wah kacau, deh. Move on-nya susah, bro. Saya pernah merasakannya dan yahh… 

So, tonight, I’ll give you guys some advice so that you will not be trapped into hoaxes.

1. Selalu Jadikan Situs Resmi Sebagai Sumber Utama

Image result for situs snmptn
Situs Resmi SNMPTN by http://www.snmptn.ac.id

Ya SBMPTN, SNMPTN, maupun setiap PTN memiliki situs web resmi. Info yang ada di sana itu merupakan acuan utama karena sifatnya resmi alias official. Kalau ada info dari sumber yang tidak jelas terus berlawanan sama yang ada di situs resmi, ya berhak diragukan informasinya.

Contohnya yang sempat beredar, tuh, mengenai pembobotan skor SBMPTN. Pembobotan skor SBMPTN secara resmi hanya ada pas zaman SNMPTN Tertulis, tercantum dengan jelas di website resmi SNMPTN. Semenjak SBMPTN 2013, tidak ada info pembobotan di website resminya. Jadi, berpatoklah kepada situs resmi.

2. Jangan Terlalu Percaya kepada Pihak-Pihak yang Terkesan “Waw”

Image result for lying person
Berbohong via http://www.addiction.lovetoknow.com

Terkadang informasi yang tidak benar, jika disampaikan oleh pihak yang “Waw” di mata orang banyak, akan terkesan jadi benar. Got it? Jadi, jangan “Semata-mata” melihat siapa yang menyampaikan, tetapi lihat juga isi informasinya.

Biasanya, pihak-pihak ini yang seringkali membuat misinformation :

2.1 Bimbel

Terkadang kalau urusannya bisnis dan “Money“, kevalidan informasi bisa jadi nomor sekian.

2.2 Guru BK

Biasanya bukan karena ingin menyesatkan siswanya, melainkan seringnya adalah salah memahami informasi yang beredar, baik info resmi maupun tidak resmi.

2.3 Kakak Tingkat

Waduh kan sudah berpengalaman? Terkadang nih, guys. Orang berpengalaman pun bisa salah menyampaikan informasi jika “Salah mengartikan” pengalamannya. Misalnya, ada kakak tingkat yang berhasil lolos SBMPTN tanpa belajar, lalu membuar kampanye dan justifikasi “Belajar gak belajar, SBMPTN tetap takluk. Jadi, ngapain ngabisin waktu buat belajar?“.

See?

Terus, kalau semikian, kita harus selalu antipati sama info tidak resmi?

Tidak seperti itu juga, guys. Informasi dari pihak-pihak di atas sering juga benar, kok. Yang dibutuhkan itu bukan antipati, tapi sikap “Kritis”.

Nah, bagaimana cara membangun sikap kritis tersebut?

3. Jadilah Kritis

Image result for information verification
Verifikasi Informasi via http://www.authbridge.com

Kritis simpelnya itu adalah tidak langsung percaya begitu saja. Jadi, informasi yang didapatkan harus dikaji dan ditinjau dulu sebelum kita klaim ” Yes, it’s right information“.

Nah, how to do that?

3.1 Logical

Selalu gunakan akal sehat. Informasi yang tidak masuk akal akan lebih mudah diidentifikasi jika sudah terbangun pola pikir yang baik.

3.2 Based on Official Sources

Selalu bandingkan informasi yang didapat dengan informasi resmi. Jika masih keliru memahami info tersebut, langsung tanya contact center situs masing-masing. Kevalidannya akan lebih kuat karena sama-sama bagian dari “Info resmi” tersebut.

3.3 Based on Valid Data and Evidence

Selalu berpatokan dengan bukti dan data yang valid. Jangan langsung percaya dengan apa yang dikayakan si A. Ambil dan periksa juga data dan informasi dari si B, si C, si D, dst. Dengan demikian, informasi akan lebih kuat karena data yang lebih banyak. Namun, jangan lupa untuk tetap menerapkan logical thinking dan based on official source karena terkadang mayoritas bisa salah.

4. Contoh Kasus

Image result for example
Contoh by http://www.agilepainrelief.com

4.1 Information

“SBMPTN ada nilai mati! Hati-hati, guys!“, ujar seorang guru BK.

4.2 Verification

  • Dicek di situs resmi, tidak ada. Beda sama USM STAN yang memang tercantum mempunyai nilai mati.
  • Googling biasa, versinya beda-beda. Katanya tidak boleh kosong, tidak boleh minus, minimal dua mapel tidak di bawah -2, dll. Terlalu variatif perbedaanya.
  • Bertanya ke kakak tingkat, didapat data bahwa ada yang lolos dengan mengosongkan dua makul, skor minus, dll.
  • Karena tidak ada sistem minus pada sistem penilaian SBMPTN terbaru, akan janggal jika ada nilai mati karena nilai mati selalu berkaitan dengan nilai minus.

Dari identifikasi di atas, bisa ditarik kesimpulan? (Silakan jawab sendiri. Tidak usah dikomen) 

5. Bonus : “Jangan males baca!”

Image result for reading
Budayakan Membaca by http://www.pexels.com

Minimal baca seluruh informasi di situs resmi dengan tuntas. Pertama, untuk melatih mental “Membaca” sebelum menjadi mahasiswa. Kedua, untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan trivial semacam “Ka, syarat SBMPTN itu apa aja?”.

Sekian sharing-sharing dari saya. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk menguasia informasi dengan baik karena itu senjata utama untuk memenangkan perang dan seleksi masuk PTN, sejatinya, adalah peperangan.

Terima kasih. 

Free to share, but don’t remove the credit!

Sumber Gambar

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: