Enam (6) Sikap yang Dapat Membuatmu Gagal Memasuki PTN Idaman

Halo, guys! Welcome back to my post!

PTN atau Perguruan Tinggi Negeri masih menjadi primadona sebagian besar anak muda Indonesia sebagai tempat untuk menimba ilmu di bangku perkuliahan. Tentunya, hal ini juga berbanding lurus dengan tingkat kekompetitifan yang ada. Tak heran persentasi kelulusan pada seleksi PTN, biasanya, hanya sekitar 15% yang berarti jauh lebih banyak yang gagal daripada yang berhasil, terutama di jurusna dan PTN favorit.

Saya akan share opini saya mengenai sikap yang “Dapat” membuatmu gagal meraih PTN impianmu. Tidak mutlak membuat gagal, tetapi “Bisa” membuat gagal.

1. Malas Mencari Informasi Sendiri

Image result for informasi sbmptn
Informasi SBMPTN by http://www.kampusunj.com

Ini salah satu hal pemicu utama tetapi sayangnya dimiliki oleh banyak pejuang PTN di negeri ini.

For your information, seleksi masuk PTN itu ibarat medan perang. Kamu akan bersaing melawan ribuan orang di luar sana karena kursi PTN itu sangatlah terbatas dan penguasaan informasi merupakan alat utama untuk meraih kemenangan. Bagaimana bisa kita memenangkan perang kalau kita saja malas untuk mengasah “Alat utama”-nya?

Zaman sekarang, informasi bisa dengan mudah didapatkan lewat google entah itu panduan lengkap SBMPTN, jurusan-jurusan yang ada di PTN, cerita-cerita motivasi, dll. Banyak. Jangan sampai hanya menunggu disuapi orang lain untuk mendapatkan infromas-informasi tersebut atau bahkan menanyakan pertanyaan sepele “Kak, syarat SBMPTN apa aja ya?” ke orang lain.

Ingat, guys, sepintar apapun kita, jika tidak menguasai informasi dengan baik, kita akan tersingkir di peperangan PTN ini bahkan tersingkir karena faktor sepele.

Intinya, jangan malas! jangan malas! jangan malas!

2. Berpikir Seleksi PTN Masih Jauh

Image result for jadwal ujian mandiri 2018
Jadwal UMPTN by http://rumahbelajardaniel.wordpress.com

Poin ini mungkin berkaitan juga dengan sikap malas nomor 1 dan sikap menunda-nunda.

Para siswa, biasanya, mulai memikirkan plan untuk masuk PTN dari mulai kelas 3 atau kelas 12. Dari sana, para siswa akhirnya mengetahui tren tanggal dimulainya tes SBMPTN, yaitu sekitar bulan Mei setiap tahunnya. Namun oh namun, para siswa ini berpikir “Ah masih jauh. Masih 9 bulanan lagi.” dan akhirnya menunda-menunda belajar atau sekedar menunda memperdalam informasi SBMPTN. Alasannya mungkin juga karena ingin fokus hal lain dulu seperti UN.

Satu bulan, dua bulan, tiga bulan, sampai tujuh bulan berjalan, pemikiran itu masih terus menancap di otak sampai akhirnya ketika ingin memulai belajar, waktu yang dibutuhkan sudah tidak cukup karena baru menyadari bahwa belajar SBMPTN itu tidak bisa sebentar. Terus, keburu sibuk dengan tek tek bengek ujian akhir, dsb. Boro-boro mempersiapkan ujian mandiri.

Akhirnya, belajar tidak optimal dan hasil pun hanya berupa kata “Maaf”.

Jadi, bagi kita yang ingin mengincar kursi PTN, apalagi PTN dan jurusan favorit, mulailah disiplin dan tidak menunda-nunda dengan membuat timeline jelas untuk mempersiapkan seleksi PTN as soon as possible. Jangan terlalu khawatir dengan UN karena persenasi kelulusan UN sangat tinggi (di atas 90%) dan soal-soal UN lebih mudah dari SBMPTN. Apalagi bagi yang mengincar SNMPTN, tentu prestasi yang baik harus dijaga dan ditingkatkan sedari kelas 10.

3. Hanya Mengandalkan Satu Jalur

Image result for gagal snmptn
Gagal SNMPTN by http://bagasajiharvian.blogspot.com

Nah ini juga sering terjadi.

Banyak siswa pengejar PTN yang kepedean duluan dengan nilai, prestasi, dan reputasi sekolahnya sehingga yakin 100% lolos SNMPTN sehingga akhirnya mengabaikan persiapan SBMPTN. Memang optimis itu sifat yang baik. Tapi, kita juga tidak boleh lupa untuk mempersiapkan berbagai kemungkinan yang terjadi.

Bagaimana jadinya? Kalau lolos, alhamdulillah. Kalau tidak?

Tentu saja yang pertama, karena sudah sangat berharap SNMPTN, mental tentunya akan jatuh. Kedua, waktu yang mepet antara pengumuman SNMPTN dan tes SBMPTN membuat persiapan SBMPTN akan semakin mepet dan tidak efektif. Belum lagi diperparah dengan mental yang jatuh tadi. Karena persiapannya tidak matang, gagal juga SBMPTN-nya.

So, persiapkanlah SBMPTN dari jauh-jauh hari tak peduli seberapa cemerlangnya kita di sekolah. Selain untuk mencegah hal di atas terjadi, selalu ada fakta mind-blowing di SNMPTN bahwa siswa yang sangat brilian gagal dan dikalahkan oleh siswa yang biasa saja di SNMPTN. Tentunya persiapan SBMPTN ini tidak akan mengganggu sama sekali persiapan SNMPTN kita akrena sejatinya, daftar SNMPTN itu hanya submit nilai dan prestasi secara online.

Terus, bagaimana jika sudha cape-cape belajar SBMPTN tapi diterima SNMPTN? Apakah jadi sia-sia?

Definitely no, guys! Persiapan SBMPTN bisa menambah wawasan dan skills belajarmu untuk bisa survive di perkuliahan nanti.

Jangan lupa juga. Jangan hanya mengandalkan SNMPTN dan SBMPTN. Lirik ujian mandiri PTN juga.

4. Tidak Realistis / Mengkhayal

Image result for unrealistic goals
Unrealistic Goals by http://www.dreamstime.com

Apakah saya melarang untuk bermimpi tinggi? Tidak sama sekali!

Tidak ada yang salah jika kita bercita-cita tinggi. Yang salah adalah kita tidak realistis dalam bercita-cita.

Let’s check out this illustration.

Di suatu sekolah, hiduplah dua orang siswa yang masing-masing mempunyai keinginan untuk berkuliah di PTN. Sebut saja Sanji dan Zoro. Zoro mempunyai keinginan untuk melanjutkan studi di FK UI, sedangkan Sanji ingin melanjutkan sekolah di STEI ITB.

Kemudian, percakapan terjadi ketika keduanya sedang makan bakso spesial di kantin sekolah mereka.

Sanji : “Hei Zoro, lu mau ke FK UI, kan? Udah ngapain aja nih?”
Zoro : “Ya masih santai aja lah. Masih jauh SBMPTN-nya juga.”
Sanji : “Oh. Emangnya berapa sih peminat sama daya tampung FK UI dari tahun ke tahun?”
Zoro : “Gak tau, sih. Katanya banyak.”
Sanji : “Udah ada ajdwal atau plan buat belajar nanti?”
Zoro : “Belum santai ah. Lu sendiri narget STEI ITB emang udah ngapain aja?”
Sanji : “Gue udah bikin jadwal belajar sampai H-1 minggu SBMPTN nanti. Terus, udah bikin target try out bulanan dengan skor tertentu soalnya udah tau tren passing grade STEI ITB dari tahun ke tahun. Kemarin malem, baru beres belajar Kimia terus mau dilanjut belajar Matematika Dasar nanti malem.”

Dari ilustrasi di atas, bisa dilihat bahwa keduanya mempunyai mimpi yang sangat tinggi dengan memilih jurusan dan PTN yang super ketat di SBMPTN. Tapi, saya bisa simpulan bahwa Zoro hanya mengkhayal, sedangkan Sanji realistis. Kenapa bisa demikian?

Karena keinginan tinggi Sanji dibarengi dengan action dan planning yang baik juga!

Kesimpulannya, suatu impian bisa realistis jika dibarengi dengan planning dan action yang baik juga! Jadi, jika kita ingin diterima di FK UI yang edan persaingannya, kita juga harus sadar diri untuk terus belajar dan mempersiapkan diri, bukan pengen-pengen aja.

5. Tidak Teliti

Image result for mengisi ljk
Mengisi LJK by http://www.tribunnews.com

Ini lebih ke maslaah teknis, sih. Tapi menurut saya, cukup siginfikan untuk memancing kegagalan.

Ketika memulai tes masuk PTN, kita akan diberi instruksi untuk mengisi lembar data atau formulir. Karena mungkin terlalu grogi atau ceroboh, kita salah mengisi data kita dengan salah menghitamkan, mengisi tahun lahir dengan tahun tes, salah kode soal, salah menghitamkan jawaban, dll.

Apa akibatnya?

Yang paling buruk adalah data yang terbaca tidak sesuai dengan apa yang kita daftarkan saat daftar tes. Denga kata lin, sebesar papaun nilai kita, LJK kita tidak akan terbaca sebagai atas nama kita which means kita dianggap tidak ikut tes. Selain itu, banyak lagi hal-hal buruk yang akan terjadi seperti salah input kode soal yang mengakibatkan penggunaan kunci jawaban yang salah.

Jadi, pastikan semuanya dicek, dicek, dicek lagi termasuk saat mendaftar online. Saya sering dengar kasus si peserta tidak mau mengambil SNMPTN atau apapun itu dengan alasan salah klik jurusan waktu daftar. Tentunya hal tersebut sangat konyol, sepele, tapi menjengkelkan, kan? Terutama bagi orang lain yang gagal di seleksi tersebut.

6. Hanya Mempersiapkan Materi Tes Tanpa Mempersiapkan Mental dan Kesehatan

Image result for exam failure
Gagal Ujian by http://www.youtube.com

Misalnya kita sudah pasang target realistis, mengeksekusi actions dengan baik, dan belajar sungguh-sungguh. Namun, kita terlalu memporsir diri kita untuk belajar sampai-sampai lupa makan tepat waktu, lupa refreshment (atau orang-orang suka menyebutnya refrreshing), lupa menjaga tidur, dll. Maka, kemungkinan kita melaksankana tes dengan tidak maksimal akan semakin besar.

Ingat, guys. Mau sebarapa pintar pun kita, kita tetaplah manusia yang butuh persiapan mental dan fisik yang baik untuk menjalankan sesuatu, termasuk tes masuk PTN. Kita tidak mau, kan, tes kita tidak berjalan dengan baik hanya karena terlalu gugup, pusing, kebelet BAB, atau bahkan sakit demam. Everything will lose pathetically.

Saya ada beberapa tips untuk mencegah hal tersebut :

  • Selalu makan dan tidur dengan tepat waktu dan cukup.
  • Sisihkan sebagian waktu untuk refreshment. Bisa dengan bersepeda, menonton film, jalan-jalan, dll.
  • Hindari junk food dan minuman beresiko menganggu kesehatan mulai H-1 minggu tes.
  • Berhenti belajar mulai H-3 tes. H-3 tes adalah waktu untuk men-charge diri semaksimal mungkin untuk berferforma bagus pada hari H tes. Gunakan untuk refreshment.
  • Jangan bergadang pada malam sebelum tes. Pastikan tidur yang cukup agar bisa bangun tepat waktu dan tidak kesiangan.
  • Sarapan sebelum tes.
  • Pergilah ke toilet untuk membuang semua beban dalam tubuhmu agar tidak kebelet BAB atau BAK sata tes.
  • Jangan terganggu dan terpancing untuk membuka buku di tempat tes meskipun banyak orang lain melakukannya. Ingat, jangan belajar mulai H-3. Siapkan diri sebaik mungkin.

P.S : Hal ini juga saya lakukan saat tes SBMPTN 2014 dulu. Di saat orang lain membebani fiisk dan mental mereka dengan membaca buku-buku tebal sebelum tes di luar kelas, saya malah mendengarkan musik sambil membaca komik One Piece. Saya juga berangkat jam 5 pagi (karena tes jam 7 pagi) plus sarapan dan BAB terlebih dahulu. Hasilnya, saya bisa menjalani tes dengan maksimal dan diterima di Unpad.

Oke, that;s all for today. Semoga bermanfaat.

Sampai jumpa di PTN impianmu!

3 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: