Tentang Gap Year dan Cara Mengoptimalkannya

Hai, semuanya!

Sudah tau bakal bahas apa di tulisan saya kali ini?

Gap Year? Yoi. Tapi, apa sih sebenenrya gap year itu? Terus hubungannya apa sama dunia per-PTN-an?

Oke saya jelasin dikit dulu, ya. Jadi, Gap Year yang dimaksud di sini adalah tahun jeda antara kelulusan SMA dengan masuk kuliah. Biasanya, dialami oleh para (calon) mahasiswa yang tidak langsung mendapatkan PTN yang diinginkan pada tahun pertama dan memutuskan untuk “Berhenti” dulu setahun lalu berjuang lagi di tahun berikutnya.

1. Hal yang Dapat Dilakukan Selama Gap Year

Biasanya, ini yang dilakukan para bacamaba (bakal calon maba) PTN di gap year :

1.1 Bimbel atau Les

Biasanya, para pejuang gap year mengambil kelas alumni lalu fokus belajar dan persiapan SBMPTN. Biasa disebut “Pengacara” alias “Pengangguran banyak acara” (haha). Kerja tidak, sekolah tidak, tapi banyak aktivitas.

Image result for bimbel
Bimbel by http://www.haionline.com

Banyak sekali bimbel yang menawarkan program seperti ini mulai dari Ganesha Operation (GO), Nurul Fikri (NF), Zenius Education, dll. Silakan dipilih-pilih hehe.

1.2 Bekerja

Image result for work
Kerja by http://www.rd.com

Biasanya, dilakukan karena ada satu dan lain hal perihal masalah ekonomi. Si bacamaba mengisi waktu sembari bekerja dan diselingi belajar dan persiapan SBMPTN. Tetapi biasanya membutuhkan manajemen waktu yang sangat andal karena dunia kerja bagi lulusan SLTA biasanya sangat strict.

1.3 Kuliah di PT Lain

Image result for japan lecture
Kuliah by http://en.apu.ac.jp

Mostly, sih, kuliah di PTS dulu sambil mempersiapkan diri ke PTN. Ada pula yang kuliah dulu di PTN “Cadangan” — dipilih tapi bukan keinginan utama –. Karena kesibukan ospek, kuliah, dll., sama halnya denagn Nomor 1.2, manajemen waktu sangat dikuras untuk persiapan SBMPTN.

1.4 Full Otodidak

Image result for autodidact
Otodidak by http://www.blackcanvasliving.com

Full menganggur. Tidak bimbel, kerja, maupun kuliah. Hanya belajar otodidak atau ikut TO-TO gratis. Terkadang membeli akun / voucher bimbel online sehingga bisa dipelajari sendiri di rumah.

2. Pilihan dan Tips Mengisi Gap Year

Jadi, harus pilih yang mana, nih, kalau seandainya terjebak di dalam gap year? Terus, gimana biar gap year kita tidak sia-sia?

2.1 Ingat Prioritas

Image result for priority
Tabel Prioritas by http://www.reqtest.com

Mana saja boleh. Tapi, ingat PRIORITAS. Jika memang kalian sangat ingin masuk PTN yang diinginkan di tahun depannya, lakukan “Pengorbanan”, kecuali sudah bisa mengatur wkatu dengan baik dan biasanya, itu sulit bahkan bagi mahasiswa senior sekalipun. (But again, difficult doesn’t mean impossible)

2.2 Jangan Lengah

Image result for unaware
Don’t Be Unaware by http://www.depositphotos.com

Kadang, jika diberi waktu terlalu banyak (setahun itu waktu yang panjang), kelengahan justru bertambah karena di otak kita terprogram “Ah, masih banyak waktu.” sampai akhirnya kalap sendiri karena tidak memaksimalkan persiapan dan akhirnya Gap year lagi”. (Oh God!).

Ingat, ya, berhenti setahun dan bimbel di lembaga ternama pun tidak menjamin otomatis bisa “Dengan mudah” masuk PTN di tahun berikutnya. Teman di bimbel saya lumayan banyak, lho, yang gagal SBMPTN untuk kedua kalinya meskipun sudah bimbel setahun. Jadi, jangan santai-santai dan lengah, ya.

2.3 Eksplorasi Banyak Hal Sebaik-baiknya

Image result for exploration
Eksplorasi by http://www.rit.edu

Gap year itu merupakan masa yang paling “Enak” untuk mengeksplor berbagai hal tanpa terbebani dengan kesibukan yang sangat banyak seperti anak PTN. Manfaatkanlah. Maka dari itu, gap year yang dijalani dengan baik akan terisi dengan pengalaman kece dan akan menjadi cerita yang menkajubkan untuk dibagikan ke depannya.

2.4 Kombinasi

Image result for study and work
Kombinasi by http://www.yourstory.com

Bagi yang memiliki kendala ekonomi dan tidak memungkinkan untuk hanya fokus belajar setahun tanpa mencari pemasukan, saya ada sedikit saran dan mungkin cukup efektif.

Pada enam bulan pertama, kita bisa bekerja, berbisnis, atau apalah itu untuk menambah pemasukan dana setidaknya untuk kebutuhan belajar sendiri. Setelah itu, enam bulan selanjutnya bisa dipakai untuk bimbel atau belajar otodidak menggunakan buku atau bimbel online yang sudah banyak bertebaran di zaman now ini. Tentu uangnya tidak perlu 100% minta ke orang tua karena kita sudah punya pemasukan sebelumnya.

2.5 Belajar dari Kesalahan dan Buka Kesempatan

Image result for opening door
Pintu Kesempatan by http://www.abaforlawstudents.com

Ketika kita ingin berbenah pada sesuatu, hal penting yang harus dilakukan adalah evaluasi. Evaluasi semua kesalahan yang pernah kita lakukan sehingga gagal mencapai impian dulu agar di pertarungan selanjutnya, kita tidak melakukan kesalahan yang sama.

Selain itu, karena sudah pernah merasakan “Gagal”, kita seharusnya aware untuk tidak melulu fokus kepada satu keinginan mutlak tanpa membuka kesempatan yang lain. Misalnya, karena dari dulu ngebet ingin masuk FK UI, kita tidak mengisi pilihan 2 dan 3 pada BSMPTN dan mencoba peruntungan di ujian mandiri universitas lain. Bagaimana kalau akhirnya, kita gagal lagi di sana? Bayarannya tentu mahal, harus gap year lagi (jika masih tetap ngebet).

Saran saya, selalu buka kesempatan selebar-lebarnya walaupun kita pasti punya keinginan tertentu. Silakan tentukan pilihan-pilihan alternatif lainnya dalam SBMPTN selanjutnya beserta daftar ujian mandiri yang akan diikuti (dengan cermat tentunya, jangan asal pilih atau nanti akan kita tolak dengan alasan “Gak mau”). Dengan memiliki banyak kesempatan, kita juga akan lebih tenang pada saat tes karena tidak hanya menaruh nasib kita pada satu kesempatan and for the last, saya rasa diterima di pilihan 3 (setelah gap year) lebih baik daripada tida diterima sama sekali.

Did you know? Saya menulis ini karena saya sendiri pernah merasakan “Gap year”. Ya, menjadi pengacara memang berat. Selalu sensitif jika ditanya tetangga “Kuliah / kerja di mana?”, iri lihat status temen yang udah kuliah di medsos, usia “Tertahan” setahun. Tapi, saya bangga telah menjadi salah satu survivor of gap year karena saya bisa memanfaatkan gap year tersebut dengan seapik-apiknya sehingga mendapatkan pengalaman dan informasi yang “Sangat berharga” yang belum tentu didapatkan oleh mahasiswa berpestasi yang tidak melewati gap year. Kuncinya satu, jangan disia-siakan. Jika di sia-siakan, makin terbuang sia-sialah usia kita.

See you!

Warning : Jangan copas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: