Apa Itu Skripsi? – Penjelasan Mengenai Skripsi

Beberapa waktu yang lalu, ada beberapa pertanyaan visioner dari sejumlah camaba. “Kak, skripsi itu apa dan gimana bikinnya?”, katanya. Well, pertanyaannya menarik sebenarnya meskipun memang terlalu jauh untuk dibahas camaba. Tapi, gak ada salahnya buat nambah pengetahuan lah, ya.

Jadi, sekarang, saya akan sharing-sharing lagi. Pokok bahasannya sudah bisa dilihat sendiri di judul.

1. Definisi Skripsi

Menurut KBBI, skripsi adalah karangan ilmiah yang wajib ditulis oleh mahasiswa sebagai bagian dari persyaratan akhir pendidikan akademisnya [1]. Lebih tepatnya kalau di Indonesia, skripsi itu syarat untuk lulus dari jenjang sarjana atau S-1 (Strata 1). Skripsi, biasanya, juga disebut Tugas Akhir atau TA.

Sebenarnya, karangan ilmiah yang disebut ini sudah gak asing bagi kalian. Pernah diberi tugas bikin makalah yang isinya ada Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tinjauan Pustaka, dll. pas sekolah? Nah skripsi juga kurang lebih sama seperti itu — penelitian yang dituangkan dalam tulisan ilmiah –. Hanya saja, biasanya waktu sekolah, kita cenderung “Ngasal” dalam membuatnya — tidak benar-benar penelitian –. Buka wikipedia, copas, daftar pustaka seabreg tapi 90% blogspot, dan lain-lain.

Pas nanti kelak menyusun skripsi (kalau udah jadi mahasiswa S-1), kita gak bisa ngasal lagi dalam membuatnya seperti buat makalah pas sekolah. Kita akan benar-benar melakukan penelitian, dibimbing dosen, diawasi supaya tidak plagiat a.k.a copas (karena itu melanggar etika akademik), dll. Makanya, suka ada rumor kalau skripsi itu “Like a ghost” bagi mahasiswa karena memang bikinnya gak gampang. Gak bisa kita buka wikipedia (bahkan wikipedia gak bisa dijadikan referensi valid buat karya ilmiah), terus copas, jadilah skripsi. Nanti, kayak di meme-meme, deh, dicorat-coret dosen pake tinta merah terus ditulisi “PERBAIKI!” pake font ukuran besar. Mantap jiwa!

Penelitian by http://www.drexel.edu

Biasanya, hal yang membuat penyusunan skripsi susah itu — selain mungkin karena topik penelitiannya susah — adalah karena tidak terbiasa menulis karangan ilmiah dengan baik dan benar tanpa copas dengan sebareg peraturan lainnya. Suka merasa, kan, ide banyak tapi sangat susah dituangkan dalam bentuk tulisan? Apalagi tulisan ilmiah yang harus sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI). Udah jadi, direvisi sama dosen berkali-kali. Apalagi kalau file-nya hilang terus gak sempet di-back-up.

Terus gimana memangnya tahapan membuat skripsi itu?

Saya kan jelaskan secara singkat saja, ya, pada poin-poin di bawah.

2. Tahap Penyusunan Skripsi

2.1 Penentuan Topik dan Dosen Pembimbing

Topik bisa kita ajukan sendiri atau ditawari dosen. Biasanya, ada beberapa dosen mempunyai proyek penelitian dan menawari mahasiswa untuk ikut dalam penelitiannya dan dijadikan skripsi.

Karena sarjana itu tidak harus menemukan sesuatu di dalam bidangnya seperti doktor, topik penelitian skripsi hanya lebih ke pengembangan atau pengaplikasian dari teori yang dipelajari. Biasanya, topik didapat dari pengembangan penelitian yang tertuang di dalam paper atau artikel yang dimuat dalam jurnal (majalah yang khusus memuat artikel dalam satu bidang ilmu tertentu) [2] karena penelitian-penelitian terbaru biasanya termuat di dalam jurnal-jurnal ilmiah.

Saya, biasanya, mencari jurnal lewat Science Direct dan Google Scholar.

2.2 Pembuatan Proposal Penelitian

Setelah mendapat topik penelitian dan dosen pembimbing, kita buat proposal usulan penelitian yang pada intinya, memuat “Apa yang akan kita teliti” beserta timeline pengerjaan skripsi tersebut. Nanti, proposal usulan penelitian tersebut kita presentasikan kepada dosen pembimbing dan mahasiswa lain (jika ingin menonton). Setelah proposal penelitian disetujui, penelitian akan dilakukan.

2.3 Penyusunan Skripsi

Dalam tahap penyusunan skripsi, penelitian mulai dilakukan beserta penulisannya (dalam bentuk skripsi). Dosen pembimbing bertugas membimbing mahasiswa dalam meneliti dan menulis skripsi. Kegiatan ini, biasanya, disebut “Bimbingan”.

3. Sidang Akhir

Setelah skripsi selesai disusun, kita akan mempresentasikan hasil skripsi pada event “Sidang Akhir” atau “Sidang Sarjana” kepada dosen penguji. Biasanya, dosen penguji berbeda dengan dosen pembimbing. Terkadang, sidang akhir ini disatukan dengan sidang komperhensif, yaitu sidang untuk menguji kemampuan / pengetahuan mahasiswa apakah sudah layak menjadi sarjana atau belum.

Presentasi Skripsi by http://www.reinekegroup.org

Setelah sidang dan dinyatakan lulus oleh Ketua Program Studi / Ketua Jurusan dalam event yudisium, kita telah “Resmi” lulus dan menjadi sarjana. Selanjutnya, tinggal mengurus persyaratan untuk wisuda.

Sekian! Semoga dapat menambah pengetahuan dan motivasi.

Jangan takut duluan mendengar kata skripsi. Anggap saja sebagai challenge yang tidak akan pernah dilupan selama hidup. Jika sungguh-sungguh, kalian dapat menyelesaikan skripsi dengan cepat dan lulus kurang dari empat (4) tahun.

Skripsi Saya 🙂

P. S. : Saya mulai menyusun skripsi (dari tahap proposal) bulan September 2017, selesai Desember 2017, dan lulus 5 Januari 2018.

Indra Herdiana
Ex-Math Unpad

(Free to share, but don’t remove the credit unless you’re plagiarism lover!)

Referensi
1. https://kbbi.web.id/skripsi
2. https://kbbi.web.id/jurnal

7 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: