Road to Bachelor : Langkah-Langkah Menjadi Sarjana

Halo-halo!

Kembali lagi bersama saya, hehe. 🙂

Kali ini, saya akan membahas tahapan seorang mahasiswa S-1 untuk menjadi sarjana (berdasarkan pengalaman saya tentunya). Setiap jurusan dan universitas bisa berbeda, tapi pada intinya, sama.

Oke, langsung saja, ya!

1. Syarat Menjadi Sarjana

Sebelum lulus menambah nama dengan gelar S. XXX, kita harus memenuhi persyaratan ini terlebih dahulu.

1.1 Masa Kuliah Tidak Melebihi Tujuh Tahun

Jika ingin lulus menjadi sarjana, masa studi kita tidak boleh melebihi tujuh tahun. Jika iya, akan terkena drop out. Berbeda dengan zaman dulu yang tidak dibatasi sehingga masa kuliah bisa sampai belasan tahun.

Walau demikian, pihak kampus atau jurusan, biasanya, tidak akan membiarkan mahasiswanya sampai drop out di tahun ketujuh karena secara tidak langsung, juga akan memperburuk citra jurusan dan kampus tersebut. Pihak kampus akan membantu supaya kendala mahasiswa yang masa studinya panjang (yang biasanya diakibatkan oleh skripsi yang belum selesai) dapat teratasi.

1.2 Lulus Semua Mata Kuliah Kecuali Sidang Skripsi

Tentunya, untuk lulus menjadi sarjana, kita harus lulus di semua mata kuliah yang kita ambil. Lulusya kita di suatu mata kuliah ditandai dengan nilai kita yang tidak masuk kategori “Tidak Lulus / Gagal”.

Setiap universitas memiliki standar tersendiri dalam penilaian tersebut. Saya akan coba sebutkan sistem penilaian di kampus saya, Unpad.

Sistem Penilaian Standar di Unpad

Jika sistem penilainnya seperti di atas, kita tidak boleh mendapatkan nilai E jika ingin mengajukan sidang akhir skripsi.

Terus bagaimana jika ingin lulus?

Opsinya ya … mengulang mata kuliah tersebut atau in other words, mengambil kembali mata kuliah tersebut di tahun / semester selanjutnya dan (in most cases), kuliah dengan adik kelas. Setelah nilainya masuk kategori lulus (A, B, C, atau D), baru boleh mengajukan sidang skripsi.

1.3 Menyelesaikan Skripsi

Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang wajib disusun oleh seorang calon sarjana. Isinya berupa hasil penelitian. Penelitian sarjana sifatnya lebih ke aplikasi dan pengembangan dari teori atau ilmu yang sudah ada, bukan berupa penemuan baru seperti disertasi doktor / Ph.D.

Skripsi ini, nantinya, akan dipertanggungjawabkan pada sata sidang akhir yang merupakan tahap akhir menuju sarjana (akan dijelaskan pada Bagian 2).

Penjelasana mengenai skripsi bisa dilihat di sini.

1.4 Memenuhi Syarat Lain (Sesuai Peraturan Universitas)

Yang terakhir, tentunya, jangan melanggar peraturan-peraturan atau melakukan sesuatu yang membuatmu di-DO dari kampus dan akhirnya gagal menjadi sarjana. Tiap kampus mempunyai syarat-syarat yang beragam. Di Unpad, contohnya, mahasiwa tidak boleh memiliki IPK di bawah 2.0 dan lebih dari 20% dari total SKS yang diambil bernilai D.

Cara Menghitung IPK

2. Tahap Menjadi Sarjana

Oke. Sekarang, saya akan bahas tahap menjadi sarjana mulai dari penyusunan skripsi.

2.1 Menentukan Topik Skripsi dan Dosen Pembimbing

Topik skripsi dapat diambil dari jurnal-jurnal terbaru mengenai jurusan kita, lalu dikembangkan, karena sarjana tiak dituntuk untuk menjadi penemu seperti doktor atau S-3. Terkadang, suka ada dosen yang menawarkan topik penelitian kepada mahasiswa juga.

Setelah menentukan topik, tinggal menyusun proposal penelitian untuk selanjutnya di-acc oleh ketua prodi dan akhirnya dapat memulai penyusunan skripsi.

Pengajuan skripsi, seringnya, dimulai dari semester 6 atau 7 dan tentunya, berbarengan dengan kuliah beberapa mata kuliah di kelas. Jadi, manajemen waktunya harus maknyus biar bisa menyelesaikan skripsi tepat waktu.

2.2 Seminar Usulan Penelitian

Seminar usulan penelitian adalah presentasi untuk mengusulkan penelitian kepada dosen pembimbing (kadang ada mahasiswa lain yang nonton). Yang dipresentasikan, biasanya, adalah skripsi Bab I sampai Bab III yang memuat latar belakang penelitian, teori atau pustaka yang dipakai, serta alur penelitian yang akan dilakukan. Dalam seminar tersebut, dosen pembimbing akan menguji dan memberi saran tentang penelitian kita sampai akhirnya nanti boleh dieksekusi.

Habis Seminar, Dikasih Hadiah 🙂

Setelah lulus seminar usulan penelitian, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mulai mengeksekusi penelitian. Hasil penelitian akan tertulis pada Bab IV dan simpulan penelitian akan ditulis pada Bab V.

2.3 Kolokium

P. S : Tidak semua jurusan mengharuskan kolokium.

Kolokium merupakan presentasi hasil penelitian kita di hadapan dosen pembimbing dan audiens lain yang biasanya adalah para mahasiswa juga. Untuk melakukan tahap ini, penyusunan skripsi harus sudha selesai tetapi tidak harus sempurna.

Habis Kolokium 🙂

Kenapa tidak harus sempurna? Karena sehabis kolokium, suka ada revisi. 🙂

2.4 Sidang Skripsi

Nah, ini tahapan yang paling menentukan dan horor bagi mahasiswa. Ini ibarat UN-nya anak kuliahan. Di tahap ini, dengan pakaian formal, kita akan diuji oleh beberapa dosen penguji yang telah ditentukan sebelumnya apakah kita layak atau tidak menjadi sarjana. Isinya, tentunya, adalah presentasi skripsi. Selain itu, ada juga sidang komprehensif yang isinya adalah pengujian tentang materi-materi selama kuliah S-1 kepada mahasiswa.

Misalnya, saya sebagai mahasiswa S-1 Matematika, mungkin bisa ditanya konsep dasar kalkulus yang sebenarnya, diajarkan waktu semester 1.

Yudisium setelah Sidang Skripsi 🙂

Sidang skripsi ini akan menjadi mata kuliah terakhir yang kita dapat dan menjadi penentu akhir IPK final.

P. S : Seminar Usulan Penelitian dan Kolokium juga termasuk mata kuliah dan berpengaruh ke IPK.

2.5 Yudisium

Yudisium adalah pernyataan resmi dari kaprodi bahwa kita telah diluluskan dan resmi menjadi sarjana. Disebutkan pula predikat kelulusan serta IPK akhir kita. Setelah diyudisium, kita telah resmi menjadi sarjana dan tanggal yudisium ini akan tercantum di ijazah.

Predikat kelulusna yang paling terkenal adalah Pujian atau Cum Laude. Syarat untuk menjadi cum laude di Unpad adalah lulus kurang dari lima tahun dengan IPK minimal 3.51.

Setiap jurusan mempunyai kebijakan yang berbeda mengenai yudisium ini. Ada yang yudisiumnya dijadwalkan beberapa hari setelah sidang skripsi agar bersamaan dengan yang lain. Ada juga yang mengadakan yudisium setelah memperbaiki skripsi dan mencetaknya “Secara resmi” menjaid buku skripsi. Kebetulan, untuk S-1 Matematika Unpad, yudisium dilaksankan tepat setelah sidang akhir (dalam hari yang sama).

Skripsi Saya 🙂

2.6 Wisuda

Wisuda ini sifatnya lebih ke seremoni atau perayaan kelulusan saja. Jadwalnya tidak selalu berdekatan dengan yudisium. Tentunya, prosesi wisuda ini menjadi sesuatu yang sangat bersejarah dalam hidup karena kita diberikan pakaian yang spesial a.k.a toga serta akan didampingi oleh keluarga dan kerabat. Wisuda ini jugalah yang menandai akhir petualangan kita sebagai mahasiswa S-1 walaupun sebenarnya, kita sudah menjadi sarjana setelah yudisium.

Wisuda dan Salaman dengan Pak Rektor 🙂

Bagi yang ingin tau khidamtnya suasana wisuda dan specificly, pas saya dipanggil dan diberi ijazah, silakan cek video berikut. 🙂

Oke segitu saja dari saya. Mudah-mudahan dapat bermanfaat. Semoga kita semua dapat meraih cita-cita kita. 🙂

Warning : Do not copy, okay! 🙂

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: