Cara Lancar Berbicara (Speaking) Bahasa Inggris Secara Ototidak (Tanpa Les)

Hai hai! Kembali lagi bersama saya, haha. Kali ini, saya akan sharing sesuatu yang terkesan OOT tapi sebenarnya sangat penting bagi proses pendidikan, yaitu something related to English.

Udah gak usah dibahas panjang lebar lagi lah ya kalau bahasa Inggris itu sudah seperti menjadi kebutuhan di era sekarang ini termasuk di dunia pendidikan. Itu, tidka lain tidak bukan, karena bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan informasi penting dan sumber belajar akademik yang menyebar di dunia hampir semuanya dalam bahasa Inggris.

Nah, sekarang pertanyaannya, pernah gak sih kalian berpikir bahwa kalian masih aja gagu kalau ngomong bahasa Inggris padahal udah belajar bahasa Inggris dari SD? Ko bisa masih aja gak lancar, ya?

Kalau seseorang ingin mengetes bahasa Inggris kita, pasti kita disuruh ngomong, kan?

Oke. Stay calm, guys. Saya akan sharing bagaimana caranya bisa lancar ngomong bahasa Inggris secara otodidak alias tanpa les. Bisa gitu? Sangat bisa! Asal kalian menerapkannya secara “Konsisten”, ya. 🙂

Oke, here we go!

P. S : Saya bukan lulusan Sastra Inggris atau jurusan yang relevan. Jadi, ini bukan riset professional, ya. It’s just based on my own experience.

1. Input (Masukan)

Oke. Karena speaking itu adalah output, maka tentunya, kita harus memaksimalkan input kita juga. Setidaknya, ada dua jenis input yang dapat menyokong speaking :

1.1 Vocabulary, Phrases, and Expressions (Kosakata, Frasa, dan Ungkapan)

Kosakata dan frasa tentunya merupakan hal yang penting untuk menyampaikan ide dalam suatu bahasa. Tanpa kosakata yang cukup, bisa dipastikan, kita tidak akan bisa lancar dalam speaking. Jadi, jika kalian masih dalam tahap “Gagu” dalam speaking, bisa jadi itu karena kalian kekurangan kosakata dan tidak tau arti kata yang ingin diucapkan dalam bahasa Inggris.

Cara memperbanyak kosakata bisa dengan cara menghafal manual (misalnya berapa kosakata perhari) atau dari banyak membaca (reading). Mulailah menghafal dari kosakata yang berhubungan dengan kosakata sehari-hari terlebih dahulu. Selain itu, alangkah lebih baik jika menghafal kosakata dalam satu kelompok secara bersamaan. Misalnya hari 1 angka dan penomoran, hari 2 ruang tamu, dll.

Kosakata-kosakatanya, tentunya, bisa dengan mudah dicari dengan google atau kamus di HP-mu. Saya sarankan untuk meng-install kamus U-Dictionary. Kamusnya bisa di-download gratis di Playstore dan App Store.

Vocabulary by https://englishwithmisscuadros.blogspot.com

Dalam menghafal kosakata, selain tau artinya, kalian juga “Wajib” mengetahui cara pengucapannya karena pengucapan bahasa Inggris berbeda dengan bahasa Indonesia mulai dari hurufnya sampai teknana panjang-pendeknya. Tiru pengucapannya terus sampai bisa kalian ucapkan dengan baik (nanti saya akan jelaskan kenapa pengucapan sangat penting dalam speaking). Silakan cek pengucapannya menggunakan kamus Cambridge. Di sana, kita bisa mengetahui pengucapan suatu kata dalam versi UK (British English) dan US (American English).

Kamus Cambridge

Selain kosakata, jangan lupa juga untuk menghafal frasa / idioms / expressions yang biasa dipakai dalam speaking. Banyak frasa yang sebenarnya, artinya tidak dapat diartikan secara kata perkata (jadi harus dihafal sebundel dalam bentuk frasa). Contohnya :

  • Thank you – Terima kasih
  • No hard feeling – Jangan marah
  • Hang on – Tunggu sebentar

Frasa-frasa seperti itu akan membuat speaking kalian lebih natural dan tidak kaku.

  1. S : Coba belajar kosakata dari web Livelingua.

1.2 Listening (Mendengarkan)

Seperti halnya bayi yang sedang belajar bicara, pasti mereka berbicara dengan kata-kata yang mereka dengar. Anggap saja kita berada di posisi itu karena sednag belajar ngomong bahasa Inggris. Maka, hal yang harus dilakukan adalah memperbanyak listening alias mendengarkan bahasa Inggris.

Dari listening ini, kita bisa mengetahui cara native speakers ngomong bahasa Inggris dari mulai pengucapannya, kosakata yang digunakan, dalam situasi seperti apa penggunaannya, dll. Listening juga bisa menjadi tools untuk menambah kosakata dan frasa.

Sekarang, banyak sekali sumber yang bisa dipakai dalam praktek listening seperti youtube, lagu, dan film. Tapi, menurut saya, yang paling bagus dalam melatih speaking itu film karena dalam film, akan ditunjukkan bagaimana native speakers berbicara sehari-harinya. Menonton film dapat melatih kita untuk terbiasa berbicara (plus mendengarkan) ala native speakers yang tentunya terdengar lebih natural.

P. S But, tidak ada salahnya juga untuk menonton film, youtube, dan mendengarkan lagu sekaligus.

Supaya kalian lebih “Kaya”, coba usahakan menonton video atau film dari sumber bahasa Inggris yang berbeda (American dan British English) karena pengucapan dan kosakatannya suka berbeda. Untuk American English, bisa lewat film Hollywood. Untuk British English, bisa lewat serial British terkenal seperti Harry Potter dan Sherlock Holmes.

2. Tools (Alat)

Input yang bagus tentu tidak akan maksimal jika tidak dikelola oleh alat yang baik. Oleh karena itu, penting juga untuk belajar cara menggunakan alat-alat ini jika ingin fluent in English.

2.1 Grammar (Tata Bahasa)

“Lho, kok yang satu ini muncul? Bukannya malah menghambat, ya?”

Jadi gini, guys. Karena kita bukan native speakers yang dari berojol sudah berada di dalam lingkungan berbahasa Inggris, mempelajari grammar ini penting agar praktek speaking kita menjadi lebih efisien.

Nah, di sini mindset yang harus diubah. Coba, mulai dari sekarang, jangan membuat grammar menjadi penghambat tapi buatlah grammar sebagai penolong.

Grammar memang penting, guys, karena tanpa pengetahuan grammar yang cukup, kita akan kesulitan untuk menyusun kalimat dan nanti bisa mengarah ke miskomunikasi, terutama jika ingin menyusun kalimat rumit / kompleks. Apalagi, dalam bahasa Inggris, ada tenses yang bisa mengarah ke miskomunikasi juga jika salah dipakai.

Contoh :

  • “You really like dog!” (“Kau beneran suka sama anjing!”)
  • “You are really like dog!” (“Kau beneran kayak anjing!”)

See?

Tapi guys, cara belajarnya tidak harus kaku seperti di sekolah. Kita bisa mempelajarinya sesuai dengan cara belajar kita entah kita lewat buku, video youtube, livelingua, dll. Dengan listening dan reading, kita juga bisa “Ngeh” dengan pola-pola kalimat dalam bahasa Inggris.

Tenang. Kita gak harus master semua grammar untuk bisa ngomong. Nanti, akan saya jelaskan di bagian 3, ya.

2.2 Pronunciation (Pengucapan)

Ini salah satu yang jarang diajarkan di sekolah.

Karena pengucapan dalam bahasa Inggris berbeda dengan bahasa Indonesia, maka ini juga penting untuk dipelajari karena lagi-lagi akan mengarah ke miskomunikasi yang bahkan bisa fatal. Ya, kasarnya, kayak belajar tajwid dan makhraj bahasa Inggris, lah.

Contoh : Misalkan kita ingin bilang “Please sit over here, Sir!” (“Silakan duduk di sebelah sini, Pak!”). Tapi, kamu malah mengucapkan kata sit (sɪt) seperti sh*t (ʃɪt) sehingga menjadi (“Silakan eek di sebelah sini, Pak!”).

Cara mempelajarinya, selain bisa lewat listening, pertama-tama, pelajari simbol-simbol English phonetic beserta pengucapan individualnya. Dengan begitu, kita bisa membaca pengucapan suatu kata dengan benar dengan melihat phonetic symbol-nya.

Selanjutnya, kita akan bisa membedakan pengucapan-pengucapan dari beberapa kata yang mirip (Contoh : Bad vs Bed, Can vs Can’t, dan Beach vs B*tch).

Bad vs Bed

Pronunciation juga dapat dilatih dengan membaca teks bahasa Inggris (dengan diucapkan), bernyanyi (singing), dan berlatih dengan tongue twister.

3. Practice (Praktek)

Oke. Masuk ke bagian yang paling krusial.

Untuk bisa ngomong, ya tentunya harus “Praktek ngomong” bahasa Inggris sesering mungkin. Di sini, akan ada guide dari saya bagaimana cara mempraktekannya.

Tenang saja. Praktek bisa dimulai sambil mempelajari tools dan memperbanyak input. Learning by doing haha! Jangan menunggu hafal semua kosakata dan paham semua grammar untuk praktek.

3.1 Imitating (Meniru)

Jika benar-benar masih blank dalam speaking dan got nothing to say, mulailah dengan meniru native speakers ngomong. Sumber menirunya tentu dari listening. Tirulah intonasinya, cara pengucapannya, ekspresinya, dll. Semaksimal mungkin pokoknya.

Imitating juga dapat membantu memanaskan lidah agar semakin terbiasa dalam bahasa Inggris sehingga dapat mengurangi a-eu-a-eu (gagu) dalam speaking.

3.2 Talking (Berbicara)

Tentu kita tidak mungkin selamanya meniru terus, kan? Kita harus bisa membuat kalimat kita sendiri dalam speaking. Caranya yaitu gunakan materi yang sudah dipelajari pada Bagian 1 dan 2 dalam speaking. Talk talk talk talk! Ngomong ngomong ngomong ngomong! Ngomong terus pokoknya. Jangan khawatir dan malu kalau buat kesalahan.

Punya partner speaking bagus. Tapi, jika pun tak punya, kita juga bisa mempraktekan speaking sendiri. Coba pura-pura jadi host suatu acara, ngomongin temen, pidato, dll. Kita juga bisa “Ngomong ke diri sendiri” dengan bertanya-jawab dengan diri sendiri (That’s weird but gonna work).

Jika speaking kalian ingin naik level, jangan hanya praktek speaking seperti itu-itu saja. Gunakan kosakata dan ungkapan baru supaya semakin kaya dan tidak lupa. Jangan lupa juga untuk mulai berbicara dengan struktur kalimat dan tenses yang lebih variatif karea tentunya, dalam speaking, kita tidak akan terus-teursan ngomong masa kini which uses present tense.

3.3 Thinking in English (Berpikir dalam bahasa Inggris)

Salah satu hal yang mengambat dalam fluency (kelancaran) speaking adalah sikap kita yang masih menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris di dalam otak sebelum speaking alias belum bisa mengobrol dalam bahasa Inggris secara spontan tanpa perlu berpikir dan menerjemahkan di otak. Salah satu cara ampuh untuk mengatasi ini adalah mulai berpikir dalam bahasa Inggris. Memang, sih, awalnya akan sangat sulit. Tapi, lama-lama pasti bisa dan akhirnya bisa berpikir dan ngomong dalam bahasa Inggris secara natural.

3.4 Being Consistent (Konsisten)

Praktek speaking ini akan berhasil jika kita lakukan dengan “Konsisten”. Tidak perlu memaksakan diri dengan ngomong bahasa Inggris 10 jam sehari. Mulailah sedikit demi sedikit yang penting rutin dan konsisten setiap harinya. Lalu, tambahlah frekuensi dan target prakteknya secara bertahap. Itu lebih efektif daripada praktek 10 jam di hari ke-1 terus vakum selama tiga minggu.

3.5 Evaluation (Evaluasi)

Evaluasi dibutuhkan agar kita dapat memperbaiki speaking kita dari waktu ke waktu sehingga progresnya bagus.

Mempunyai Partner

Evaluasi akan menjadi lebih mudah (sekaligus bisa practice lebih enak) jika mempunyai partner yang bisa berbahasa Inggris atau bahkan native. Lawan bicara kita bisa memberikan feedback yang baik untuk speaking kita.

Berikut ada websites untuk mendapatkan partner dan native bahasa Inggris gratis (selain media sosial) dikutip dari FluentU :

Tidak Mempunyai Partner

Untuk yang tidak mempunyai partner, evaluasi bisa dilakukan dengan merekam diri sendiri ngomong bahasa Inggris dengan webcam, kamera HP, dll. Lalu, lihat kembali rekamannya dan lihat apa yang kurang.

Selain itu, kita juga bisa bertanya langsung kepada native speakers dengan menggunakan aplikasi HiNative yang dapat di-download di Play Store dan App Store. Kita bisa mengirim suara kita, lalu meminta native speakers mengevaluasinya.

Image result for hinative
Aplikasi HiNative by http://www.hinative.com

Oke. That’s all for today. Semoga bermanfaat. Dengan lancar berbahasa Inggris kita bisa membuka banyak peluang untuk pendidikan dan karier kita dan “Go international” bukan lagi suatu angan-angan belaka.

Salam!

Note : Jangan plagiat! Jangan plagiat! Jangan Plagiat!

5 komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: