Tips dan Step-by-Step Belajar IELTS secara Otodidak

Bagi para pemburu study abroad, IELTS, salah satu tes kemampuan bahasa Inggris terstandar internasional ini, merupakan salah satu kendala besar di kala hampir semua universitas, terutama universitas di Eropa dan Australia, mensyaratkan IELTS sebagai bukti kemampuan berbahasa Inggris. Banyak yang beranggapan bahwa IELTS jauh lebih susah daripada TOEFL PBT. Belum lagi harga tesnya yang selangit (sekitar 2,9 juta rupiah sekali tes). Luar biasa!

Apakah anggapan itu salah? Bisa dibilang, menurut saya, 95% benar. But again, does difficult mean impossible? Jelas tidak. Kita semua punya kesempatan yang sama untuk menaklukan si tes yang satu ini meskipun tanpa les. Ya, betul, tanpa les. Semua source belajar bisa didapat dengan mudah di internet pada zaman yang serba modern ini.

Walaupun demikian, dengan bejibun-nya informasi di internet, tentu akan sulit jika kita tidak tahu langkah apa yang harus diambil supaya belajar kita efisien. Nah, pada post ini, saya ingin sedikit berbagi tips dan langkah-langkah belajar IELTS tanpa les alias otodidak (ya walaupun saya sendiri sempet les IELTS dua bulan, haha). Mudah-mudahan dapat membantu.

Oh iya. Satu lagi. Trust me, belajar IELTS itu manfaatnya tidak akan hanya dirasakan pada tes IELTS tetapi juga kemampuan bahasa Inggris kita secara kesuluruhan, terutama untuk bekal survive di luar negeri. Jadi, let’s get started!

P. S : Pos ini akan panjang. Harap bersabar. 🙂

“Disclaimer : Ini bukan riset profesional, melainkan hanya berdasarkan pengalaman pribadi karena saya sendiri tidak punya background pendidikan bahasa Inggris”

1. Kumpulkan Informasi Dasar

Kalau kamu benar-benar awam mengenai IELTS ini, jangan skip langkah ini. Pelajari beberapa informasi dasar mengenai IELTS berikut ini.

1.1 Jenis / Modul Tes IELTS

For your information, IELTS ini terdiri dari dua modul : Academic (AC) dan General Training (GT). Perbedaannya terletak pada Writing dan Reading Section.

  • Academic : Untuk studi atau kuliah.
  • General Training : Untuk kerja atau migrasi.

Putuskan akan mengambil modul tes yang mana sesuai dengan tujuan kamu.

Pada awalnya, tes IELTS hanya tersedia dalam bentuk paper-based test (PBT). Sekarang, tes IELTS telah tersedia juga dalam bentuk computer-based test (CBT).

1.2 Aspek / Kemampuan yang Diteskan

Berbeda dengan TOEFL PBT (tes bahasa Inggris yang umum diketahui di Indonesia) yang hanya menguji kemampuan berbahasa secara pasif (listening dan reading) plus kemampuan grammar, IELTS menguji keseluruhan aspek kemampuan berbahasa, yaitu listening, reading, writing, dan speaking dengan aspek grammar yang dileburkan ke keempat aspek tersebut. Pelajari informasi umum dari masing-masing section.

Breakdown IELTS
Tabel Tes IELTS

1.3 Sistem Penilaian

Sistem penilaian IELTS menggunakan sistem band score dari mulai 0 sampai 9 dengan skala 0.5. Setiap band (band 1, band 7, dll.) memiliki arti tersendiri yang merepresentasikan kemampuan bahasa Inggris kita.

IELTS Band Descriptor
IELTS Band Descriptor dari http://www.ieltsliz.com

Untuk band descriptions yang lebih lengkap klik di sini.

Berikut adalah sistem band scoring dari masing-masing section yang akan dibahas lebih jauh di Bagian 4 nanti.

Listening dan Reading

Jawaban benar dikonversi menjadi band score sesuai ketentuan.

Writing

  • Writing Task 1 (Bobot 37,5 %) : Task Achievement (TA), Cohesion Coherence (CC), Lexical Resource (LR), dan Grammatical Range and Accuracy (GRA).
  • Writing Task 2 (Bobot 62.5 %): Task Response (TR), Cohesion Coherence (CC), Lexical Resource (LR), dan Grammatical Range and Accuracy (GRA).

Masing-masing aspek akan diberi band score dan rata-ratanya akan menjadi skor dari masing-masing task.

P.S : Bobot di atas cuma perkiraan saya aja mengacu pada perbandingan jumlah minimal kata pada masing-masing task. Tapi, yang jelas, bobot Task 1 memang lebih kecil daripada Task 2.

Speaking

Fluency and Coherence (FC), Lexical Resource (LR), Grammatical Range and Accuracy (GRA), dan Pronunciation (PRO).

Masing-masing aspek akan diberi band score dan rata-ratanya akan menjadi skor dari Tes Speaking.

1.4 Tambahan

Sebagai tambahan, baca semua informasi dari web resmi IELTS (www.ielts.org) dan web IELTS Liz (www.ieltsliz.com) beserta FAQ-nya.

Simak juga video berikut untuk persiapan IELTS yang lebih baik.

3. Trial Test

Setelah memahami seluruh infromasi di atas, langkah selanjutnya adalah trial test alias tes IELTS dengan suasana tes seperti tes IELTS asli untuk mengetahui gambaran skor IELTS kita. Skor ini nanti yang akan menentukan seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target. Biasanya, standar skor IELTS yang diminta universitas dan beasiswa itu adalah 6.5.

2.1 Persiapan

Satu hal penting yang harus diketahui adalah tes IELTS itu super duper ketat. Kita hanya diperboleh membawa kartu identitas (KTP atau paspor) ke dalam ruangan tes. Air minum dan alat tulis akan disediakan oleh penyelenggara tes.

Suasana tempat tes pada saat tes juga akan sangat tenang dan dingin (dingin AC, haha). Lalu, tes tidak dilaksanakan secara lesehan. Pasti diberi meja dan kursi (iya kali 2,9 juta lesehan, haha).

“Terus untuk timer bagaimana? Kan tidak boleh bawa apapun, termasuk jam tangan.”

Tenang, guys. Penyelenggara tes akan menampilkan timer secara real time di tempat tes nanti, baik tesnya PBT maupun CBT. Jadi, tidak usah khawatir.

Setelah tahu suasana tesnya, langkah selanjutnya adalah membuat suasana trial test kamu semirip mungkin dengan suasana real test. Misalnya, tes di ruangan yang tenang, memakai meja, mematikan HP, dll.

2.2 Berkas Tes

Berkas-berkas yang harus disiapkan untuk tes:

  • Satu Paket Soal IELTS (Reading, Listening, dan Writing). Soal Speaking tidak perlu di-print. Soalnya bisa diambil dari buku Cambridge IELTS versi terbaru. Jangan lupa untuk menyiapkan audio untuk Listening.
  • Lembar jawaban IELTS resmi (link). Gunakan lembar jawaban ini untuk mengerjakan soal (terutama untuk Writing).

Jika berencana mengambil tes IELTS bentuk PBT, pastikan print semua soalnya untuk menyesuaikan diri dnegan keadaan tes nanti.

2.3 Pelaksanaan Tes

Perlu diketahui bahwa antara tes Listening, Reading, dan Writing, tidak ada break. Jadi, biasakan diri untuk mengerjakan soal dengan cara seperti itu.

Untuk Speaking, waktunya akan berpisah sendiri tergantung jadwal yang ditentukan penyelenggara tes. Waktunya bisa satu jam setelah ketiga tes di atas atau bahkan pada keesokan harinya.

Urutan tesnya adalah sebagai berikut :

  1. Listening
  2. Reading
  3. Writing
  4. Speaking (beri jeda satu jam)

Untuk Speaking, karena tidak memakai lembar jawaban, rekam keseluruhan jawabanmu. Jawab semua pertanyaan tes Speaking yang sepaket dengan tiga sections di atas pada buku Cambridge. Lebih bagus lagi jika ada teman atau siapapun yang Speaking-nya sudah bagus karena pada saat real test, kita akan langsung berbicara dengan native speakers. Mintalah orang tersebut untuk meng-interview kita menggunakan pertanyaan tersebut.

2.4 Penilaian Tes

Setelah melaksanakan keseluruhan tes, nilailah tes kalian dengan cara sebagai berikut :

  1. Listening dan Reading

Cocokkan jawaban dengan kunci jawaban. Ingat, tidak ada kompromi dalam IELTS. Salah spelling, salah huruf kecil-huruf kapital (kecuali jawaban kamu ditulis menggunakan huruf kapital semua), typo, dihitung salah. Intinya, samakan dengan kunci jawaban. Luckily, tidak ada pengurangan poin pada jawaban yang salah.

Konversi jumlah jawaban yang benar ke dalam band score sesuai dengan tabel konversi yang bisa dilihat di sini.

  1. Writing

Writing dan Speaking, sebenarnya, sulit dinilai oleh diri sendiri, akan lebih baik jika dinilai oleh seorang proof reader. Tapi, kalian juga dapat menilai tulisan kalian sendiri dengan catatan paham band descriptors (Task 1 dan Task 2) untuk Writing.

Nilai masing-masing aspek penilaian Writing menggunakan band descriptors tersebut (TR/TA, CC, LR, dan GRA) lalu rata-ratakan (dijumlah, terus dibagi 4). Bulatkan ke dalam skala 0.5 dengan batas pembuatan ke atas 0.25 (Contoh : 6.26 jadi 6.5 dan 7.12 jadi 7.0).

Bobotkan masing-masing task sesuai dengan bobotnya masing-masing lalu jumlahkan dan bulatkan kembali dengan skala 0.5. Skor inilah yang akan menjadi skor Writing kita.

  1. Speaking

Cara penilaiannya sama dengan Writing, tetapi tidak dibagi-bagi per part. Akan lebih baik juga dinilai oleh yang paham. Jika ingin menilai diri sendiri, gunakan rekaman suara kamu untuk dinilai menggunakan speaking band descriptor.

Final score IELTS kalian (overall band score) adalah rata-rata dari semua section scores lalu dibulatkan lagi dengan skala 0.5.

2.5 Follow Up

Dari skor yang kalian dapatkan, akan ketahuan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai target. Kurang lebih, dibutuhkan waktu belajar 3 – 4 minggu untuk menaikkan skor IELTS sebesar 1 band (link).

3. Sumber Belajar

3.1 Buku dan Sumber Materi

Buku materi utama yang saya gunakan adalah Collins for IELTS yang terdiri dari “Listening”, “Reading”, “Speaking”, “Writing”, “Grammar”, dan “Vocabulary” for IELTS (judulnya).

Buku Collins for IELTS

Kemudian, ada channel youtube IELTS Liz dan Learning English with Emma. Keduanya bagus dan jelas dalam menjelaskan.

3.2 Buku Latihan Soal

Buku latihan soal yang saya rekomendasikan adalah Cambridge IELTS yang sudah ada sampai edisi ke-13 (kalau tidak salah). Buku ini merupakan kumpulan soal-soal IELTS real test dari tahun-tahun sebelumnya.

Buku Cambridge IELTS

3.3 Buku Penunjang

Buku-buku berikut saya gunakan untuk memantapkan IELTS saya.

Common Mistakes at IELTS

Buku ini mengulas kesalahan-kesalahan grammar yang sering dilakukan oleh IELTS takers. Saya mempelajari buku yang level intermediate dan advanced.

Buku Common Mistakes for IELTS

101 Helpful Hints for IELTS

Buku ini mengulas secara detail tips dan trik dalam menaklukan IELTS.

Buku 101 Helpful Hints for IELTS

Buku Pintar IELTS Vocabulary

Buku ini mencantumkan kosakata-kosakata bahasa Inggris dari berbagai konteks dan topik yang sangat berguna untuk menaikkan nilai Lexical Resource pada Writing dan Speaking serta membantu pemahaman dalam Listening dan Reading.

Buku Pintar IELTS Vocabulary

3.4 Websites

Berikut ada beberapa websites yang berguna dalam belajar IELTS :

Contoh Laporan Progres Belajar dari https://ieltsonlinetests.com

4. Metode Belajar

Metode belajar yan akan share di sini adalah metode belajar secara otodidak (sesuai judul) meskipun saya sempat les IELTS selama dua bulan. Jadwal ini, saya sempat gunakan ketika ada jeda sekitar dua minggu (tidak benar-benar dipakai, sih, karena kemalasan. Haha. Jangan dititru!) antara berakhirnya kursus dan real test serta nyelip-nyelip digunakan selama kursus (waktu belajar saya di kursus adalah enam jam per hari). Tentunya, jadwal dan metodenya akan super ketat karena yang namanya belajar IELTS (ataupun belajar bahasa) pasti tidak bisa instan, kecuali kalau bahasa Inggris kamu sudah setingkat native speakers yang mungkin hanya butuh penyesuaian format dan sedikit latihan soal.

P. S : Semua orang punya cara belajar tersendiri. I am just sharing my own experience.

4.1 Jadwal Belajar

Berikut adalah contoh jadwal belajar yang saya buat.

Contoh Jadwal Belajar IELTS

Jadwal di atas dibuat berdasarkan asumsi bahwa nilai trial test kita hampir rata pada setiap section. Jadwal belajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Jika, misalnya, masih jelek di Writing tetapi sudah mahir di Speaking, kamu bisa menambah jadwal Writing dan mengurangi jadwal Speaking.

Jadwal di atas juga tidak dibuat dengan sistem mingguan (tujuh harian) tetapi lima harian. Jadi, jika kamu memulai belajar pada hari Senin, maka hari Sabtu akan menjadi hari ke-1 lagi. Begitu pun seterusnya.

4.2 Teknik Belajar

Materi Utama

Untuk materi utama, pelajari secara cermat buku IELTS Collins untuk Listening, Reading, Writing, dan Speaking. Ikuti semua instruksi dari buku tersebut dan kerjakan semua latihan soal yang diminta. Targetkan berapa bab yang harus dipelajari setiap harinya. Tentunya, harus disesuaikan dengan target tanggal untuk official test. Usahakan jangan belajar setidaknya pada H-1 tes.

Kemudian, targetkan juga untuk menonton video dari IELTS Liz dan Emma pada sesi ini. Materinya disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk menunjang skills di atas, pelajari setidaknya satu bab setiap hari dari buku Grammar dan Vocabulary for IELTS Collins. Ini berguna untuk menaikkan skills di atas karena grammar dan vocabulary merupakan dua bagian utama pada suatu bahasa. Jangan mempelajari buku tersebut secara berurutan tetapi disesuaikan dengan skill yang sedang dipelajari pada hari itu sesuai jadwal.

Daftar Isi Buku Collins Vocabulary for IELTS

Dengan belajar menggunakan buku Collins, pasti akan ada vocab baru setiap hari sesuai dengan topik yang dipelajari. Hafalkan semua vocab tersebut dengan cara menggunakannya pada real cases seperti menulis dan mengobrol (this is the best way to memorize vocabulary, phrases, and idioms, in my opinion). Jangan hanya dihafal mati.

Latihan

Untuk sesi latihan, gunakan buku Cambridge mulai dari edisi terbaru (atau beberapa soal latihan dari buku lain yang disebutkan) karena soal-soal pada edisi terbaru adalah yang paling mirip dengan soal real test nanti. Jangan lupa untuk menargetkan berapa banyak latihan yang akan dikerjakan setiap harinya dan jangan lupa untuk mengevaluasi dan mencatat progress, kelebihan, dan kekurangan kita.

Sesi ini juga dapat digunakan dengan mengerjakan latihan online dari https://ieltsonlinetests.com/.

Try Out

Tidak ada yang baru. Silakan laksanakan try out dengan metode yang sama dengan trial test. Jangan lupa juga untuk mengevaluasi dan mencatat progress skor kita. Seperti biasa, gunakan buku Cambridge.

Materi Penunjang

Bagian ini, sebenarnya, fleksibel. Waktu pada bagian ini dapat digunakan untuk mempelajari buku-buku penunjang yang telah disebutkan sebelumnya, menambah latihan, ataupun menonton video IELTS Liz dan Emma.

5. Tips Setiap Section

Berikut akan ada sedikit tips untuk menaklukan para IELTS sections. Tidak akan terlalu saya ulas detail (mungkin di post selanjutnya).

P. S : IELTS itu sejatinya adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang sangat komperhensif, bukan hanya tes trik mengerjakan soal. Jadi, pembiasaan dalam bahasa Inggris sangat penting untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu dan tentunya akan menaikkan skor IELTS-mu. Oleh karena itu, saya juga akan share cara untuk “Membiasakannya” tersebut.

5.1 Listening

  • Kunci untuk meningkat skor Listening adalah latihan, latihan, dan latihan. Latihan di sini adalah latihan mengerjakan soal IELTS, terpisah dari latihan listening secara umum (akan saya jelaskan sebabnya nanti).
  • Perlu diketahui bahwa tes IELTS Listening berbeda dengan TOEFL PBT. Kita dituntut untuk langsung menulis jawaban sembari mendengar audio. Itulah mengapa latihan sangat penting untuk melatih konsentrasi dan fokus terhadap audio dan soal sekaligus.
  • Selalu baca instruksi soal. Jawabanmu akan dianggap salah jika tidak mengikuti instruksi meskipun sebenarnya, benar. Contohnya adalah instruksi NO MORE THAN TWO WORDS atau semacamnya yang artinya kita hanya diperbolehkan menjawab dengan maksimal dua kata.
  • Sembilan puluh persen soal IELTS pasti memakai paraphrase atau kasarnya, kata dan kalimat yang berbeda tapi makananya sama antara audio dan soal. Jadi, pastikan paham apa yang ditanyakan soal. Jangan hanya mencocok-cocokkan kata yang ada dengan audio.
  • Meskipun IELTS Listening selalu dalam berbagai aksen (tidak hanya aksen British atau Amerika), kita tetap perlu membiasakan diri dengan aksen British atau kosakata British kita, orang Indonesia, biasanya lebih familiar dengan aksen Amerika.
  • Dalam IELTS, biasanya ada spelling count atau pengejaan huruf satu per satu dari sebuah kata. Biasanya muncul jika diminta menuliskan nama orang, alamat, atau nomor telepon (contoh : “My name is Indra. It is I-N-D-R-A (ai-en-di-ar-ei)”). Latih terus spelling skill-mu serta pelajari cara pengejaan huruf dan angka.
  • Jangan menjawab soal dengan menggunakan pengetahuan pribadimu atau kata dengan kreasimu sendiri. Selalu merujuk kepada apa yang kamu dengar dari audio.
  • Jangan terpaku dengan satu soal. Jika kamu melewatkan satu soal, segera move on ke soal yang lain karena audio akan hanya diputar sekali. Kamu akan kehilangan lebih banyak jawaban jika stuck di satu soal.
  • Spelling (penulisan) sangat penting, apalagi di Listening, spelling sering kali menjadi masalah karena kita hanya mendengar, tidak melihat katanya secara langsung seperti di Reading. Spelling, biasanya, bermasalah ketika bertemu bentuk plural (cat vs cats) atau verb (mess vs messed). Ini bisa sedikit ditrik menggunakan pemahaman grammar (contoh : “There are” pasti diikuti oleh “Plural noun”) karena seisi tes akan dalam grammar yang benar.
  • Selain spelling, penggunaan huruf kapital dan huruf kecil juga bisa mendatangkan masalah jika salah penempatan. Untuk amannya, gunakan huruf kapital di semua jawaban.
  • Hati-hati dengat revisi atau perubahan. Biasanya, dalam beberapa kasus, ada speaker di audio yang merevisi apa yang dia katakana (contoh : “It’s 2078. Oh, hang on! It’s 9098”).
  • Tidak usah menulis jawaban di lembar jawaban secara langsung. Ingat, akan ada waktu 10 menit untuk mentransfer jawabanmu ke lembar jawaban. Fokus saja kepada soal dan audio.
  • Untuk pembiasaan listening, selain lewat film Hollywood yang beraksen Amerika, saya biasanya mendengarkan radio BBC yang beraksen British sebelum tidur dan sering terbawa tidur. Haha. Jangan latihan hanya lewat lagu katena pronunciation dalam lagu seringkali dimodifikasi dan berbeda dengan kaidah standar pronunciation.

5.2 Reading

  • Teks dalam tes Reading, terutama modul academic, akan sangat panjang (bisa delapan paragraf perteks). Jadi, lagi-lagi, latihan sangat penting. Dengan latihan, kita bisa mendapatkan feeling tersendiri untuk mengerjakan soal dengan cepat. Saya, pas awal-awal, hanya dapat menyelesaikan dua passages dalam satu jam. Lama-lama, saya bisa menyelesaikan keseluruhan passages sebelum satu jam.
  • Dalam Reading, ada dua skills yang wajib dikuasai : Scanning dan Skimming. Scanning digunakan untuk mencari informasi spesifik, sedangkan skimming digunakan untuk mendapatkan pemahaman dari suatu paragraf ataupun section. Tentunya, skills tersebut dapat terasah dengan latihan.
  • Jangan membaca terlalu lambat dengan kata per kata. Ingat, waktu sangat singkat.
  • Beberapa tips dalam cara menjawab soal Listening dapat diterapkan juga di Reading seperti spelling, instruksi, dan paraphrasing, meskipun sebenarnya, spelling tidak terlalu bermasalah di Reading karena kasarnya, kita hanya mencomot kata dari teks.
  • Passage 1 memiliki tingkat kesulitan yang paling mudah dan passage 3 memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi. Jadi, investasikan waktu lebih banyak di passage terakhir.
  • Tidak ada waktu tambahan untuk mentransfer jawaban ke lembar jawaban. Jadi, langsung tulis jawabanmu di lembar jawaban.
  • Meskipun setiap orang mempunyai cara berbeda dalam mengerjakan soal reading, apakah membaca soal atau pertanyaan terlebih dahulu, saya menyarankan untuk membaca keseluruhan soal untuk satu passage terlebih dahulu untuk mendapatkan gambaran dari apa yang sebenarnya ditanyakan. Setelah itu, kita akan lebih mudah mendapatkan jawaban-jawaban tersebut ketika membaca teks beserta teknik apa yang harus dipakai (scanning or skimming).
  • Beberapa kata kunci tertentu seperti nama orang, nama lokasi, dll. Tidak mungkin di-paraphrase. Ini akan sangat membantu salam proses scanning.
  • Karena tidak ada pengurangan poin untuk jawaban yang salah (begitu pun di Listening), jangan tinggalkan jawaban kosong. Cobalah untuk memprediksi jawaban secara logis.
  • Banyak tipe soal yang jawabannya muncul secara in order yang artinya jawaban nomor sebelumnya pasti muncul sebelum jawaban nomor selanjutnya (begitu pun di Listening). Hal ini dapat mempermudah pencarian jawaban.
  • Untuk pembiasaan reading, BBC, sebenarnya, sangat bagus karena British written dan kita juga bisa dapat banyak kosakata baru. Tapi, jika merasa terlalu berat, kamu bisa mulai membiasakan diri dengan membaca artikel-artikel ringan tentang kesukaanmu.

5.3 Writing

  • Jika ingin mendapatkan skor di atas 6, salah satu hal yang paling penting untuk dipelajari adalah struktur wajib dalam IELTS Writing. Tidak ada struktur baku yang saklek sebenarnya, tapi hal-hal inilah yang harus ada agar tulisanmu terorganisasi dengan baik Wiritng Task 1 Academic : Introduction, Overview, Body. Writing Task 2 : Introduction, Thesis Statement, Body, Conclusion. Penjelasan hal-hal di atas dapat dipelajari lewat buku dan video materi. Kamu bisa mengikuti style ala IELTS Liz, Buku Collins, atau bahkan IELTS Simon. Semuanya bagus. Saya sendiri lebih nyaman mengikuti style yang diajarkan tutor saya waktu kursus.
  • Jika kamu benar-benar stuck dalam Writing dan suka bingung dalam menulis, langkah pertama yang dapat diambil adalah baca, baca, dan baca. Baca contoh-contoh esai IELTS Writing yang bagus. Untuk memulai menulis, coba berlatih dengan meniru satu esai dengan ­mem-paraphrase esai tersebut.
  • Karena IELTS itu penuh dengan paraphrase, pelajari teknik mem-paraphrase dengan baik, apalagi dalam Writing, segalanya muncul dari otak kita. Jangan sampai hanya menyalin ulang soal atau menulis kalimat yang mirip terus menerus.
  • Hindari repetisi vocab karena itu akan mengurangi nilai Lexical Resource. Tetapi, jangan menggunakan vocab yang kamu tak ketahui persis penggunaannya karena salah penggunaan (collocation) justru akan semakin mengurangi nilai.
  • Pada setiap task, ada batas minimal kata yang harus ditulis. Jika menulis kurang dari jumlah kata minimum, kamu akan mendapatkan pinalti dan itu bisa mengurangi skormu sebesar 1 band. Tetapi, jangan terobsesi untuk membuat tulisan sepanjang mungkin karena kamu tidak akan mendapatkan nilai lebih dengan esai yang panjang serta esai yang panjang rawan terkena OOT (Out of Topic) yang akan membuatmu mendapatkan pinalti juga.
  • Hal lain yang dapat membuatmu mendapatkan pinalti adalah menghafal jawaban (memorized answer) dan tulisan yang tidak dapat dibaca.
  • Selain, tentunya, menulis dengan grammar yang baik, usahakan untuk menulis dengan kalimat kompleks yang strukturnya bermacam-macam, bukan hanya kalimat sederhana (sebatas S + Verb + O), karena salah satu aspek yang dinilai dari GRA adalah “Grammatical range”.
  • Gunakan expressions dan kosakata yang formal karena ini merupakan academic writing. Karena formal juga, jangan menggunakan contractions / penyingkatan yang biasa dipakai dalam Speaking seperti “I am” jadi “I’m”.
  • Usahakan untuk menginvestasikan waktu lebih banyak di Task 2 karena bobotnya lebih besar. Biasanya, pembagian waktunya adalah 20 menit Task 1 dan 40 menit Task 2 walaupun saya seringnya 30 menit setiap Task.
  • Selalu latihan menggunakan lembar jawaban IELTS untuk membiasakan diri terutama untuk melatih feeling jumlah kata karena pada saat tes, hampir dipastikan tidak akan ada waktu untuk menghitung kata.
  • Untuk pembiasaan Writing, kita bisa menulis tulisan atau esai opini yang ringan terlebih dahulu dengan topik yang disukai. Usahakan untuk berlatih juga dengan berbagai macam topik tulisan.

5.4 Speaking

  • Bagi yang tidak terbiasa Speaking, bagian ini mungkin akan menjadi horor. Cara membiasakan diri yang mudah untuk pemula adalah dengan meniru. Tirulah dialog-dialog yang ada di film, dll. (Tips speaking)
  • Latihan Speaking juga sangat bisa dilakukan tanpa partner. Latihan bisa dilakukan dengan monolog membahas tentang sesuatu yang disukai smabil direkam. Lalu, hasilnya dievaluasi terus. Akan lebih bagus jika ada partner.
  • Jika sudah mulai terbiasa, mulailah berlatih menjawab berbagai pertanyaan IELTS dari berbagai topik. Rekam dan cek Fluency, Lexical Resource, Grammar, dan Pronunciation-mu. Evaluasi.
  • Berbicaralah dengan natural serta denga intonasi yang enak didengar – tidak terlalu cepat ataupun lambat –. Dalam IELTS, kita akan langsung berbicara dengan native, bukan komputer seperti di TOEFL IBT. Jadi, anggap saja seperti percakapan biasa.
  • Banyak orang yang beranggapan bahwa dalam Speaking, grammar tidak perlu diperhatikan. Segera buang pemikiran itu karena grammar adalah salah satu aspek penilaian dalam IELTS Speaking.
  • Berbeda dengan Writing, Speaking bersuasana informal. Jangan menggunakan kata-kata yang terlalu formal karena akan terdengar kaku. Gunakan contractions, idioms, dan beberapa kosakata informal dalam percakapan. Tetapi, jangan menggunakan bahasa slang karena slang tidak terstandarisasi dengan baik dalam bahasa Inggris serta hanya umum dipakai di daerah tertentu.
  • Karena IELTS adalah tes bahasa Inggris internasional, aksen tidak dipermasalahkan selama memiliki pronunciation yang baik. Bicaralah dengan aksen yang membuatmu nyaman. Jangan memaksakan diri untuk meniru British accent jika tidak nyaman. Silakan tonton sampel IELTS Speaking berikut.

  • Terkadang, aksen berdampak juga terhadap pronunciation. Jadi, saran saya, coba tiru cara bicara native speakers (boleh Amerika atau Inggris). Nanti, lama-lama, akan terlatih.
  • Untuk menambah nilai di bagian pronunciation, pelajari materi pronunciation tentang cara pengucapan huruf dan kata yang benar dalam bahasa Inggris (jarang diajarkan di sekolah). Luckily, materinya included di buku Collins Speaking for IELTS.
  • Jangan hanya menjawab “Yes” dan “No”. Elaborasi jawabanmu.
  • Jangan ragu untuk meminta penjelasan atau pengulangan pertanyaan jika kamu tidak mengerti.
  • Lagi-lagi, jangan menghafal jawaban. Ini akan membuatmu berbicara tidak natural dan jika pengujimu menyadari, dia akan mengubah pertanyaannya.
  • Jika kesulitan dalam mencari ide dalam berbicara, silakan berbohong atau mengarang cerita. Di IELTS, kebenaran isi pembicaraan tidak dinilai.

Ya begitulah artikel yang panjang ini. Semoga artikel ini dapat membantumu meraih cita-cita terutama untuk kuliah di luar negeri. IELTS memang tidak mudah. Tetapi, IELTS merupakan bekal yang sangat berguna untuk kita. See you!

Terima kasih telah menge-share dan tidak meng-copy-paste tulisan ini.

Special Thanks

Referensi

Sumber Gambar

16 komentar

  1. Bismillahirrahmanirrahim,
    Thank you for your help! Mas/Pak Indraziru, Ini sangat membantu bagi yang baru mulai Utak Atik IELTS ;), Sukses dan Lancar Jaya Semua Urusannya! Aamiin YRA..

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Anung Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: